Kompas.com - 01/03/2020, 20:54 WIB

Keterangan tersebut disampaikan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, melalui sebuah unggahan di Facebook.

Penderita berusia 29 tahun itu tiba di Armenia pada Jumat (28/2/2020). Dia pergi ke dokter karena merasa tidak enak badan, dan dari situ terdeteksi virus Covid-19 bersemayam di tubuhnya.

"Dia sekarang dalam kondisi yang baik," ucap Pashinyan sembari otoritas setempat berencana mengisolasi orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien tersebut.

Baca juga: Bertambah 34 Negara dalam Sepekan, Ini Daftar 64 Negara Terinfeksi Virus Corona

Sebagai upaya pencegahan, negara pecahan Uni Sovyet ini menutup perbatasan dengan Iran selama dua minggu, dan telah menangguhkan perjalanan udara dari dan ke Iran sejak seminggu lalu.

Iran menjadi pusat penyebaran virus corona di Timur Tengah, dengan sejumlah negara tetangga yang kini ikut melaporkan adanya kasus infeksi.

Pekan ini Georgia dam Azerbaijan melaporkan kasus infeksi virus dari China tersebut, yang masing-masing berjumlah tiga kasus.

Baca juga: Pemerintah Diminta Merespon Dunia Internasional yang Ragukan Indonesia Bebas Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.