Kerusuhan akibat UU Kewarganegaraan Kontroversial, PM India Minta Semua Menahan Diri

Kompas.com - 17/12/2019, 13:06 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi meminta semua pihak menahan diri setelah terjadi kerusuhan atas pengesahan UU Kewarganegaraan baru yang kontroversial.

Selama enam hari, Negeri "Bollywood" dilanda kerusuhan dengan tercatat enam orang tewas setelah aturan itu dianggap anti-Muslim.

Dalam kicauannya di Twitter, Modi meminta publik tak khawatir, seraya menuduh ada kelompok tertentu yang memanfaatkan momentum.

Baca juga: Pemerintah Akui Banyak Masalah Dampak UU Kewarganegaraan

Modi menerangkan, tindakan hanya diambil terhadap orang-orang yang menghadapi persekusi di luar, tak punya tempat lain.

"Sekarang adalah saatnya untuk memelihara perdamaian, persatuan, dan persaudaran," kicau Modi dilansir BBC Indonesia Senin (16/12/2019).

Sebelumnya, terjadi bentrokan ketika polisi mencoba masuk untuk merangsek masuk ke Universitas Jamia Millia Islamia di Delhi.

Rekaman video memperlihatkan polisi mendobrak gerbang kampus, memukuli pengunjuk rasa, dan menembakkan gas air mata di dalam perpustakaan jadi viral.

Bentrok

Aksi protes menentang UU Kewarganegaraan baru yang kontroversial terjadi hampir semua kota di India, termasuk New Delhi.

Pada dasarnya, aturan itu menawarkan migran non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, hingga Afghanistan untuk mengungsi jika mereka menerima persekusi agama.

Para oposisi melawan undang-undang tersebut karena dianggap anti-Muslim, dan bertentangan dengan tradisi sekular di India.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.