AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Kompas.com - 17/10/2019, 12:34 WIB
Gambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEGambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS mengancam bakal menjatuhkan sanksi tambahan jika Turki tak menghentikan serangan terhadap Kurdi Suriah.

Sejauh ini, Ankara masih mengabaikan tekanan komunitas internasional untuk menahan gempuran labih lanjut di kawasan utara Suriah.

Baca juga: AS Janjikan Bakal Terus Dukung Kurdi di Suriah dalam Perang Melawan ISIS

Menghadapi kritikan karena dianggap memberikan jalan bagi Turki menyerang Kurdi, Presiden Donald Trump mengancam bakal menghancurkan ekonomi Turki.

Ancaman itu dia buktikan dengan keputusan menjatuhkan sanksi terhadap tiga menteri Turki, dan menaikkan tarif baja negara itu.

" Sanksi tambahan tengah dipersiapkan jika mereka tidak segera melakukan gencatan senjata," ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Dilansir AFP Rabu (16/10/2019), dia menambahkan Washington bisa mengincar kementerian atau sektor industri yang dipunyai Turki.

"Harapan saya adalah sanksi bakal memberikan dampak (bagi Turki). Kami mempunyai otorisasi hingga luar negeri," terang Mnuchin.

Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bakal terbang ke Ankara guna membujuk Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menghentikan agresi.

Namun, Erdogan sebelumnya sempat menegaskan dia tidak akan menyudahi Operation Peace Spring atas Kurdi hingga "kemenangan sempurna tercapai".

Selain itu, dia mengklaim Turki sama sekali "tidak khawatir" mendapat sanksi dari AS, kepada awak media di tengah perjalanan pulang dari Azerbaijan.

Pada 9 Oktober lalu, Erdogan mengumumkan operasi untuk mengusir Kurdi yang dia sebut "teroris", setelah AS menarik 1.000 tentara dari sana.

Mendapat tekanan, Trump membeberkan pesan dengan makna ganda. Di satu sisi, dia mengancam bakal menghancurkan ekonomi Turki.

Namun di sisi lain, dia berkali-kali menyatakan bahwa AS tidak ingin terlibat dalam konflik antara Kurdi dengan Ankara.

Sementara itu di kota Ras al-Ain, milisi Kurdi membakar ban untuk mengacaukan jet tempur Turki, dan menggali parit demi menghadapi pasukan Erdogan.

Baca juga: Disanksi AS karena Serangan ke Kurdi, Erdogan Tak Khawatir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X