Kompas.com - 16/10/2019, 08:23 WIB

BAKU, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, dia tidak khawatir dengan sanksi AS atas serangan militer ke Kurdi di Suriah.

Dia juga menyatakan masuknya pasukan Suriah di Manbij bukanlah "perkembangan negatif" selama kawasan itu dibersihkan dari Kurdi.

Baca juga: Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

"Mereka meminta kami untuk gencatan senjata. Kami tak bisa melakukannya," ucap Erdogan kepada jurnalis Turki saat kembali dari Azerbaijan.

Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bakal bertolak ke Ankara pada Rabu (16/10/2019) untuk mendesak Erdogan.

Kantor Wapres AS kemudian merilis komentar Pence yang menyatakan, dia bakal menyuarakan gencatan senjata dan memulai kondisi untuk negosiasi.

"Tidak mungkin bagi kami melakukan gencatan senjata hingga teroris dibersihkan dari perbatasan," terang Erdogan merujuk pada Kurdi.

Dilansir Hurriyet via AFP Selasa (15/10/2019), Pence bakal bertemu Erdogan untuk memberitahukan kebijakan terbaru Presiden Donald Trump.

Dalam pernyataannya yang dirilis Gedung Putih, Trump menjatuhkan sanksi dan menaikkan tarif baja Turki hingga sebuah resolusi di Suriah tercapai.

"Mereka menekan kami untuk menghentikan kami. Tentu kami sudah punya target yang jelas. Jadi (sanksi) tak akan mengganggu kami," tegasnya.

Mantan Perdana Menteri Turki itu juga mengatakan dirinya tidak risau dengan tentara pemerintah Suriah untuk mengambil alih Manbij.

"Mengapa? Karena itu tanah mereka sendiri," kata Erdogan seraya menambahkan, saat ini fokusnya adalah menggempur milisi Kurdi.

Turki yang merupakan penentang vokal Presiden Bashar al-Assad, mendukung kelompok pemberontak Suriah yang hendak menjatuhkannya.

Dalam percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Erdogan menekankan operasi Turki bakal berkontribusi terhadap integritas wilayah Suriah.

Baca juga: Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.