Studi: Jika Pakistan dan India Perang Nuklir, 125 Juta Orang Bakal Tewas

Kompas.com - 03/10/2019, 14:14 WIB
Awan berbentuk jamur dari uji coba nuklir Castle Bravo 1 Maret 1954 NOAAAwan berbentuk jamur dari uji coba nuklir Castle Bravo 1 Maret 1954

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tahunnya adalah 2025. Sekelompok militan tiba-tiba menyerang Parlemen India, dan membunuh sebagian besar pimpinannya.

New Delhi kemudian merespons dengan mengirimkan pasukan tank ke kawasan Kashmir yang berada dalam kekuasaan Pakistan.

Khawatir bakal dikuasai India, Pakistan meluncurkan senjata nuklir ke arah pasukan penyerang, memunculkan konflik terbesar dalam sejarah manusia.

Baca juga: PM Pakistan: Jika Perang Pecah di Kashmir, Kami Akan Berjuang hingga Akhir

Skenario itu dibuat oleh para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan Rabu (2/10/2019), di mana lebih dari 100 juta orang bakal tewas, dan suhu dunia menurun hebat sejak era Zaman Es.

Dilansir AFP Kamis (3/10/2019), konflik itu bakal diikuti kelaparan massal dunia karena senjata nuklir menutupi sinar matahari selama 10 tahun.

Studi itu dirilis menyusul ketegangan antara dua rival di Asia Selatan yang terlibat perang memperebutkan Kashmir, dan mengembangkan nuklir mereka.

Saat ini, Pakistan dan India mempunyai 150 senjata pemusnah massal, yang jumlahnya bakal meningkat hingga 200 di 2025.

Alan Robock, profesor ilmu lingkungan di Universitas Rutgers selaku salah satu penulis makalah di Science Advances menerangkan, dua negara masih berkonflik soal Kashmir.

"Setiap bulan, Anda bisa mendengar atau membaca ada orang yang sekarat di kawasan perbatasan dua negara itu," terang Robock.

Perdana Menteri India Narendra Modi menghapus status otonomi Kashmir yang dikuasai New Delhi pada Agustus lalu.

Penghapusan tersebut membuat Perdana Menteri Pakistan Imrah Khan di PBB pekan lalu memperingatkan, ketegangan bisa berujung pada perang nuklir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X