Kompas.com - 03/10/2019, 14:14 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tahunnya adalah 2025. Sekelompok militan tiba-tiba menyerang Parlemen India, dan membunuh sebagian besar pimpinannya.

New Delhi kemudian merespons dengan mengirimkan pasukan tank ke kawasan Kashmir yang berada dalam kekuasaan Pakistan.

Khawatir bakal dikuasai India, Pakistan meluncurkan senjata nuklir ke arah pasukan penyerang, memunculkan konflik terbesar dalam sejarah manusia.

Baca juga: PM Pakistan: Jika Perang Pecah di Kashmir, Kami Akan Berjuang hingga Akhir

Skenario itu dibuat oleh para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan Rabu (2/10/2019), di mana lebih dari 100 juta orang bakal tewas, dan suhu dunia menurun hebat sejak era Zaman Es.

Dilansir AFP Kamis (3/10/2019), konflik itu bakal diikuti kelaparan massal dunia karena senjata nuklir menutupi sinar matahari selama 10 tahun.

Studi itu dirilis menyusul ketegangan antara dua rival di Asia Selatan yang terlibat perang memperebutkan Kashmir, dan mengembangkan nuklir mereka.

Saat ini, Pakistan dan India mempunyai 150 senjata pemusnah massal, yang jumlahnya bakal meningkat hingga 200 di 2025.

Alan Robock, profesor ilmu lingkungan di Universitas Rutgers selaku salah satu penulis makalah di Science Advances menerangkan, dua negara masih berkonflik soal Kashmir.

"Setiap bulan, Anda bisa mendengar atau membaca ada orang yang sekarat di kawasan perbatasan dua negara itu," terang Robock.

Perdana Menteri India Narendra Modi menghapus status otonomi Kashmir yang dikuasai New Delhi pada Agustus lalu.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.