PM Pakistan: Jika Perang Pecah di Kashmir, Kami Akan Berjuang hingga Akhir

Kompas.com - 29/09/2019, 14:04 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. AFP / AAMIR QURESHIPerdana Menteri Pakistan Imran Khan.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan kembali memperingatkan kepada dunia internasional terhadap risiko perang yang mungkin terjadi di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Berbicara di depan Majelis Umum PBB di New York, Jumat (27/9/2019), Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan bahwa konflik antaa dua negara berkekuatan nuklir di Kashmir akan membawa dampak yang tidak terduga.

Untuk itu Khan mendesak kepada dunia internasional untuk mengambil tindakan terhadap langkah India yang baru-baru ini mencabut status semi-otonomi khusus di wilayah Kashmir yang memicu peningkatan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Wilayah Kashmir yang berada di pegunungan Himalaya, telah menjadi sengketa antara India dengan Pakistan, serta menjadi subyek dari tiga perang di masa lalu.

Baca juga: Di Hadapan PBB, Pakistan Peringatkan Ancaman Genosida di Kashmir

Pemerintah India bulan lalu mencabut status semi-otonomi khusus wilayah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim itu dan menempatnya dalam status penguncian.

"Apa yang akan terjadi saat jam malam dicabut akan menjadi pertumpahan darah, orang-orang akan keluar, ada 900.000 tentara di sana," kata Imran Khan.

Khan mengatakan bahwa negaranya sangat mungkin dipersalahkan jika terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, yang berpotensi memicu reaksi berantai yang mematikan di Kashmir.

"Jika perang konvensional terjadi antara dua negara, apa pun bisa terjadi," ujar Khan.

Baca juga: Perdana Menteri Pakistan Sebut PM India Narendra Modi seperti Pria Pengecut

"Tetapi seandainya sebuah negara yang tujuh kali lebih kecil dari tetangganya dihadapkan pada dua pilihan, apakah akan menyerah atau memperjuangkan kebebasan sampai mati, apa yang akan dilakukan?"

"Saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini dan keyakinan saya adalah tiada Tuhan selain Allah, dan kita akan berjuang," kata Khan.

Halaman:


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X