Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan ke Fasilitas Minyak Arab Saudi, Erdogan: Hati-hati Sebelum Salahkan Iran

Kompas.com - 26/09/2019, 14:49 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber Reuters

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan kepada pemerintah negara asing agar lebih berhati-hati sebelum menyalahkan Iran atas serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September lalu.

Menurut Erdogan, bukan tindakan yang tepat jika menempatkan seluruh beban kesalahan kepada Teheran.

Sebagaimana diketahui, serangan drone dan rudal pada dini hari telah menghancurkan dua fasilitas minyak milik Aramco di Arab Saudi.

Akibat serangan tersebut, produksi minyak di Arab Saudi mengalami penurunan hingga separuhnya, serta memicu kenaikan harga minyak dunia.

Baca juga: Menteri Arab Saudi: Kesabaran AS terhadap Iran Ada Batasnya

Kelompok pemberontah Yaman, Houthi, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Amerika Serikat dan Arab Saudi menolak klaim itu.

Sebaliknya, Washington dan Riyadh mengaku memiliki bukti tentang keterlibatan Iran dan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan tersebut.

Tudingan itu langsung dibantah keras oleh Iran, yang juga menyatakan bahwa mereka siap membalas apabila ada serangan dari negara lain.

"Saya tidak berpikir itu akan menjadi hal yang tepat untuk menyalahkan semuanya kepada Iran," ujar Erdogan, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: Macron: Trump Harus Bertemu Presiden Iran Sekarang

Menurut Erdogan, serangan ke Arab Saudi datang dari beberapa bagian Yaman.

"Jika kita hanya menjatuhkan semua beban (kesalahan) kepada Iran, hal itu tidak akan menjadi cara yang benar. Karena bukti yang tersedia tidak selalu menunjukkan fakta itu," kata Erdogan dikutip Reuters.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa pemerintahnya akan mempertimbangkan segala opsi sebelum membuat keputusan untuk menanggapi serangan terhadap fasilitas minyaknya.

Arab Suadi mengklaim memiliki bukti bahwa serangan tersebut melibatkan Iran.

"Opsi diplomatik, ekonomi, dan opsi militer. Baru setelah itu kami akan membuat keputusan," ujar Jubeir.

Baca juga: 3 Negara Ini Sepakat Iran Berada di Balik Serangan ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Tak hanya AS dan Arab Saudi, tiga negara besar Eropa, yakni Inggris, Jerman, dan Perancis, juga sepakat mengenai serangan terhadap fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais.

Ketiga pemimpin negara Eropa itu sepakat menyatakan bahwa Iran "jelas" berada di balik serangan. Namun mereka tetap menyerukan untuk langkah diplomasi dan bukan militer.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com