Salin Artikel

Serangan ke Fasilitas Minyak Arab Saudi, Erdogan: Hati-hati Sebelum Salahkan Iran

Menurut Erdogan, bukan tindakan yang tepat jika menempatkan seluruh beban kesalahan kepada Teheran.

Sebagaimana diketahui, serangan drone dan rudal pada dini hari telah menghancurkan dua fasilitas minyak milik Aramco di Arab Saudi.

Akibat serangan tersebut, produksi minyak di Arab Saudi mengalami penurunan hingga separuhnya, serta memicu kenaikan harga minyak dunia.

Kelompok pemberontah Yaman, Houthi, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Amerika Serikat dan Arab Saudi menolak klaim itu.

Sebaliknya, Washington dan Riyadh mengaku memiliki bukti tentang keterlibatan Iran dan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan tersebut.

Tudingan itu langsung dibantah keras oleh Iran, yang juga menyatakan bahwa mereka siap membalas apabila ada serangan dari negara lain.

"Saya tidak berpikir itu akan menjadi hal yang tepat untuk menyalahkan semuanya kepada Iran," ujar Erdogan, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Rabu (25/9/2019).

Menurut Erdogan, serangan ke Arab Saudi datang dari beberapa bagian Yaman.

"Jika kita hanya menjatuhkan semua beban (kesalahan) kepada Iran, hal itu tidak akan menjadi cara yang benar. Karena bukti yang tersedia tidak selalu menunjukkan fakta itu," kata Erdogan dikutip Reuters.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa pemerintahnya akan mempertimbangkan segala opsi sebelum membuat keputusan untuk menanggapi serangan terhadap fasilitas minyaknya.

Arab Suadi mengklaim memiliki bukti bahwa serangan tersebut melibatkan Iran.

"Opsi diplomatik, ekonomi, dan opsi militer. Baru setelah itu kami akan membuat keputusan," ujar Jubeir.

Tak hanya AS dan Arab Saudi, tiga negara besar Eropa, yakni Inggris, Jerman, dan Perancis, juga sepakat mengenai serangan terhadap fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais.

Ketiga pemimpin negara Eropa itu sepakat menyatakan bahwa Iran "jelas" berada di balik serangan. Namun mereka tetap menyerukan untuk langkah diplomasi dan bukan militer.

https://internasional.kompas.com/read/2019/09/26/14495831/serangan-ke-fasilitas-minyak-arab-saudi-erdogan-hati-hati-sebelum

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.