Kompas.com - 03/09/2019, 21:36 WIB

Joshua Wong, salah satu pemimpin pergerakan paling menonjol pada 2014, juga turut menyerukan untuk dilakukannya unjuk rasa massa dalam gerakan pro-demokrasi kali ini.

"Kami berharap Hong Kong suatu hari nanti bisa menjadi seperti Taiwan, sebuah tempat dengan demokrasi dan kebebasan," ujarnya.

Wong, yang sempat ditahan aparat kepolisian akhir pekan lalu dan telah dibebaskan dengan jaminan, dituduh menghasut dan berpartisipasi dalam perkumpulan yang tidak sah di luar markas kepolisian Hong Kong pada 21 Juni.

Baca juga: Meriam Air dan Bom Molotov Warnai Aksi Demo di Luar Gedung Dewan Legislatif Hong Kong

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pada Selasa (3/9/2019), bahwa pemerintahannya terus mengawasi krisis Hong Kong.

Beijing menuduh Taiwan telah mendukung protes Hong Kong, tuduhan yang dibantah oleh Taipei.

"Seperti halnya komunitas internasional lainnya, bila perlukan dan dengan alasan masalah kemanusiaan, kami akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada penduduk Hong Kong di Taiwan. Kami tidak akan hanya berdiri dan menonton," kata Tsai dalam sebuah pernyataan.

"Republik China (Taiwan) dengan gigih mendukung demokrasi dan kebebasan di Hong Kong, dan berharap masyarakat Hong Kong dapat dengan cepat memulihkan stabilitas kota mereka," tambahnya.

Baca juga: Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Eddie Chu, turut mendesak kepada pemerintah Taiwan untuk datang melalui "mekanisme kemanusiaan" dan menerima para demonstran, setelah terjadi ratusan penangkapan sejak protes dimulai.

"Akan ada konflik yang lebih buruk di Hong Kong... Kami berharap pemerintah Taiwan dan partai-partai politik dapat membuat persiapan untuk skenario itu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.