Kompas.com - 08/08/2019, 22:18 WIB
Ribuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019). AFP PHOTO / CHINA OUTRibuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mendesak kepada para diplomat Amerika Serikat yang ditempatkan di Hong Kong untuk berhenti ikut campur dalam urusan kota tersebut.

Desakan itu muncul menyusul adanya laporan yang menyebut para diplomat AS tersebut telah mengadakan pertemuan dengan para aktivis pro-demokrasi.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah menyampaikan kekecewaannya terhadap otoritas AS dari konsulat jenderal mereka di Hong Kong, yang menurut laporan media lokal, seorang pejabatnya telah bertemu dengan "kelompok kemerdekaan" setempat.

"Kementerian mendesak kepada kantor diplomatik untuk segera membuat terobosan dengan berbagai perusuh anti-China dan segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong," bunyi pernyataan kementerian, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Dukung Unjuk Rasa Anti-Pemerintah, Ratusan Pengacara Hong Kong Turun ke Jalan

Surat kabar Hong Kong, Takungpao mengungkapkan dalam laporannya, telah terjadi pertemuan antara anggota partai politik Demosisto, termasuk aktivis demokrasi terkenal Joshua Wong dengan kepala unit politik konsulat jenderal AS di Hong Kong, Julie Eadeh.

Saat dihubungi AFP, juru bicara Departemen Luar Negeri China mengatakan, perwakilan pemerintah AS telah bertemu secara teratur dengan sejumlah orang di Hong Kong dan Makau.

"Sebagai contoh, pada hari pertemuan khusus ini, para diplomat kami juga bertemu dengan legislator pro-pendirian dan pan-demokrasi, serta anggota komunitas bisnis Amerika dan korps konsuler," kata juru bicara itu.

Beijing terus meningkatkan tindakan terhadap protes anti-pemerintah di wilayah semi-otonom yang disebut telah didanai oleh negara Barat, dengan memberi sedikit bukti di luar adanya pernyataan dukungan dari beberapa politisi Barat.

Baca juga: Ada Rencana Unjuk Rasa 3 Hari di Bandara Hong Kong, AS Tingkatkan Travel Advisory

Sementara itu, pihak partai Demosisto menyampaikan bahwa pihaknya mengkampanyekan lebih banyak penentuan nasib sendiri untuk Hong Kong, namun bukan kemerdekaan.

Tahun lalu, sebuah partai politik, Partai Nasional Hong Kong, telah dilarang oleh pemerintah China karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.