China Ingatkan Pengunjuk Rasa Hong Kong Agar Tidak "Bermain Api"

Kompas.com - 06/08/2019, 20:24 WIB
Massa pengunjuk rasa saat menggelar aksi di Wong Tai Sin, Hong Kong, pada Senin (5/8/2019), yang kembali berakhir bentrok dengan aparat keamanan. AFP / ANTHONY WALLACEMassa pengunjuk rasa saat menggelar aksi di Wong Tai Sin, Hong Kong, pada Senin (5/8/2019), yang kembali berakhir bentrok dengan aparat keamanan.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengeluarkan peringatan keras terhadap para pengunjuk rasa di Hong Kong.

Beijing memperingatkan kepada para pengunjuk rasa Hong Kong untuk tidak "bermain api" dan mengira pemerintah pusat bersikap lemah.

Pemerintah China bahkan berjanji akan membawa para aktor intelektual di belakang aksi demonstrasi ke hadapan pengadilan.

"Kami ingin memperingatkan kepada semua 'penjahat' untuk tidak pernah salah menilai situasi dan keliru menilai kami bersikap lemah," kata Kantor Pemerintah China Urusan Hong Kong dan Makau, dalam dokumen yang dirilis di Beijing, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Aksi Protes Hong Kong: Rp 1 Miliar untuk Pemberi Informasi Pelempar Bendera China

"Kelompok kekerasan radikal yang kecil berada di garis depan aksi protes, bersama dengan beberapa warga baik hati yang telah salah arah dan dipaksa untuk bergabung," lanjut pernyataan dokumen yang dikaitkan dengan dua pejabat, Yang Guang dan Xu Luying, dikutip Reuters.

Dikatakan bahwa pasukan anti-China merupakan dalang di belakang layar yang telah secara terbuka dan berani mendorong para pengunjuk rasa.

"Kami ingin mengingatkan kepada sekelompok kecil penjahat tak bermoral dan kejam, serta pasukan kotor di belakang mereka, jika bermain api maka akan binasa," kata kantor itu.

"Dan pada akhirnya, mereka semua akan menerima hukumannya," lanjut pernyataan kantor tersebut.

Baca juga: Menolak Mundur, Pemimpin Hong Kong Sebut Aksi Unjuk Rasa Ingin Menghancurkan Kota

Hong Kong telah mengalami situasi kekerasan dengan protes selama berminggu-minggu yang diawali kelompok oposisi menentang undang-undang ekstradisi yang kini ditangguhkan.

Undang-undang ekstradisi tersebut memungkinkan pelaku pelanggaran untuk diekstradisi ke negara-negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, termasuk China daratan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X