Dukung Unjuk Rasa Anti-Pemerintah, Ratusan Pengacara Hong Kong Turun ke Jalan

Kompas.com - 07/08/2019, 21:45 WIB
Pengacara dan anggota sektor hukum komite pemilihan Hong Kong mengadakan aksi pawai diam dan berjalan dari pengadilan tertinggi kota menuju ke kantor menteri kehakiman, sebagai bentuk mendukung protes anti-pemerintaj, pada Rabu (7/8/2019). AFP / PHILIP FONGPengacara dan anggota sektor hukum komite pemilihan Hong Kong mengadakan aksi pawai diam dan berjalan dari pengadilan tertinggi kota menuju ke kantor menteri kehakiman, sebagai bentuk mendukung protes anti-pemerintaj, pada Rabu (7/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Ratusan pengacara Hong Kong menggelar aksi diam dan turun ke jalan, Rabu (7/8/2019), untuk mendukung gerakan anti-pemerintah

Para pengacara itu turut menyerukan kepada pemerintah Hong Kong agar menjaga independensi departemen kehakiman kota.

Ratusan pengacara yang mengenakan pakaian hitam berjalan dari pengadilan tertinggi kota menuju ke kantor menteri kehakiman.

Para tenaga profesional di bidang hukum itu, yang biasanya memilih menghindari demonstrasi, kini telah dua kali melakukan aksi turun ke jalan sejak awal Juni.

Baca juga: China Ingatkan Pengunjuk Rasa Hong Kong Agar Tidak Bermain Api

Mereka mendukung gerakan anti-pemerintah yang mendesak agar dilakukannya penyelidikan independen terhadap taktik penegakan hukum.

Selain itu, para pengacara tersebut juga menentang penuntutan bermotivasi politik dari Departemen Kehakiman kota.

"Saya benar-benar tidak setuju dengan cara pemerintah menggunakan taktik menakuti dan memecah belah," kata seorang pengacara senior Anita Yip, yang turut dalam aksi, kepada AFP.

"Mereka juga melakukan penuntutan secara selektif. Bagaimana rakyat masih bisa percaya pada pemerintah?" tambahnya, merujuk pada perlakuan berbeda polisi kepada pengunjuk rasa dengan massa pro-pemerintah, yang disinyalir memiliki hubungan dengan triad.

Baca juga: Aksi Protes Hong Kong: Rp 1 Miliar untuk Pemberi Informasi Pelempar Bendera China

Polisi Hong Kong telah menangkap lebih dari 500 pengunjuk rasa anti-pemerintah dan mendakwa puluhan di antaranya dengan tuduhan melakukan kerusuhan, yang membawa ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Sebaliknya, polisi disebut hanya menangkap 19 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap massa pengunjuk rasa di stasiun MRT di Yuen Long, bulan lalu yang mengakibatkan 45 orang luka-luka, dan hanya dengan tuduhan kurang serius dari majelis tidak sah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.