Aksi Protes Hong Kong: Rp 1 Miliar untuk Pemberi Informasi Pelempar Bendera China

Kompas.com - 05/08/2019, 19:31 WIB
Petugas polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata ke arah massa pengunjuk rasa dalam aksi protes di Yuen Long, Hong Kong, Sabtu (27/7/2019). AFP / ANTHONY WALLACEPetugas polisi anti-huru hara menembakkan gas air mata ke arah massa pengunjuk rasa dalam aksi protes di Yuen Long, Hong Kong, Sabtu (27/7/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Mantan pemimpin Hong Kong disebut menawarkan hadiah uang bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi terkait pelempar bendera China dalam aksi protes akhir pekan lalu.

Gambar yang dirilis memperlihatkan seorang pria berdandan hitam memanjat tiang bendera dan menurunkan bendera China serta membuangnya ke laut di terminal Star Ferry, Kowloon.

Harian pemerintah China Global Times dalam unggahannya di Twitter menyebut aksi tersebut berlangsung di Pelabuhan Tsim Sha Tsui Sabtu pekan lalu (3/8/2019).

Baca juga: Menolak Mundur, Pemimpin Hong Kong Sebut Aksi Unjuk Rasa Ingin Menghancurkan Kota

"Video. Tidak tahu malu dan tidak ada penghormatan sama sekali. Mereka juga melanggar peraturan yang berlaku dan menyebabkan kemacetan lalu lintas," kata Global Times.

Aksi itu membuat mantan Kepala Eksekutif Hong Kong CY Leung menawarkan uang 1 juta dollar HK, sekitar Rp 1,8 miliar, untuk pemberi informasi si pelempar bendera China.

"Aksi orang gila itu bisa memancing kebencian yang luar biasa dari seluruh bangsa," ujar Leung sebagaimana diwartakan Sky News Minggu (4/8/2019).

Polisi menyatakan mereka menahan lebih dari 20 orang dalam aksi protes di mana para demonstran menutupi terowongan utama dan menyerang kantor polisi.

Pengunjuk rasa itu dijerat dengan tuduhan berkumpul tidak sah, penyerangan, dan pelanggaran lain dalam pawai yang memang direncanakan dalam bentrokan dengan penegak hukum.

Pada akhirnya sesuai dengan kesepakatan bersama polisi, puluhan ribu pengunjuk rasa masuk ke Mong Kok, daerah perbelanjaan sibuk yang populer dengan turis di Kowloon utara.

Penegak hukum menuturkan ada demonstran yang melemparkan bom molotov, botol kaca, dan menolak untuk membubarkan diri di lokasi yang sudah disepakati.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X