Jelang Aksi Unjuk Rasa Baru, Polisi Hong Kong Sita Senjata dan Bahan Pembuat Bom

Kompas.com - 02/08/2019, 19:28 WIB
Pasukan polisi antihuru-hara yang diterjunkan untuk menghalau massa pengunjuk rasa di Hong Kong, pada Minggu (21/7/2019). AFP / VIVEK PRAKASHPasukan polisi antihuru-hara yang diterjunkan untuk menghalau massa pengunjuk rasa di Hong Kong, pada Minggu (21/7/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Polisi Hong Kong menahan delapan orang, salah satunya tokoh pro-kemerdekaan, jelang aksi unjuk rasa anti-pemerintah lain yang akan digelar akhir pekan ini.

Polisi Hong Kong mengatakan telah menyita sejumlah senjata dan bahan-bahan yang diduga akan digunakan sebagai bahan pembuat bom.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Hong Kong mengatakan telah menangkap tujuh pria dan seorang perempuan, berusia antara 24 hingga 31 tahun, usai penggerebekan di sebuah bangunan di Sha Tin, distrik New Territories, di mana petugas menyita senjata dan bahan pembuat bom bensin.

Delapan orang yang ditahan, salah satunya adalah Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong yang pro-kemerdekaan, tetapi telah dilarang sejak September tahun lalu.

Baca juga: Ini 5 Cara China Menanggapi Unjuk Rasa dan Kerusuhan di Hong Kong

Penahanan Andy Chan telah mendorong sekitar 100 pendukungnya untuk mengelilingi sebuah kantor polisi dan menuntut agar Andy dibebaskan.

"Delapan orang yang ditahan tetap dalam penahanan sementara polisi melanjutkan penyelidikan," kata petugas polisi dalam pernyataannya, dikutip Reuters, Jumat (2/8/2019).

Delapan orang yang ditahan dituduh membuat dan memiliki bahan peledak secara ilegal dengan ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara.

Sebelumnya, pada Rabu (31/7/2019), sebanyak 44 orang didakwa di pengadilan dengan tuduhan terlibat dalam aksi protes baru-baru ini yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian di dekat kantor perwakilan utama Beijing di pusat kota.

Hong Kong telah jatuh dalam krisis terburuk sejak 1997 yang dimulai dengan aksi unjuk rasa menentang UU ekstradisi, namun kini meluas menjadi gerakan anti-pemerintah yang menuntut reformasi demokrasi di kota semi-otonom itu.

Aksi unjuk rasa kembali direncanakan pada akhir pekan ini, dengan pegawai negeri sipil dan tenaga medis dijadwalkan turut bergabung.

Baca juga: Kerusuhan Hong Kong, Berawal dari Protes UU Ekstradisi hingga Protes Anti-Triad

Dalam langkah yang jarang terjadi, ribuan pegawai negeri sipil diperkirakan akan berkumpul pada Jumat (2/8/2019) malam, dan mendesak pemerintah untuk memenuhi tuntutan pengunjuk rasa dan memulihkan kepercayaan pada pemerintah.

Para pengunjuk rasa menuntut agar RUU ekstradisi yang kini ditangguhkan untuk ditarik sepenuhnya. Selain itu juga menuntut agar karaterisasi aksi unjuk rasa sebagai "kerusuhan" dihapus, tuduhan terhadap orang-orang yang ditangkap dibatalkan, dan dilakukan penyelidikan independen ke dalam krisis.

Aksi unjuk rasa juga direncanakan dilakukan para pekerja medis pada Jumat malam, dengan protes berskala lebih besar direncanakan untuk akhir pekan di Mong Kok, Tseung Kwan O, dan distrik Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X