Trump Sebut AS Bisa Hapus Afghanistan dari Bumi, Ini Reaksi Taliban

Kompas.com - 24/07/2019, 20:06 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ketika berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih, Washington DC, pada 22 Juli 2019. REUTERS PHOTO/JONATHAN ERNSTPerdana Menteri Pakistan Imran Khan ketika berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih, Washington DC, pada 22 Juli 2019.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban bereaksi dengan keras setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bisa "menghapus Afghanistan dari Bumi".

Komentar kontroversial itu Trump sampaikan ketika bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Gedung Putih dan berdiskuai soal Afghanistan.

Baca juga: Sebut AS Bisa Hapus Afghanistan dari Muka Bumi, Presiden Ashraf Ghani Minta Klarifikasi Trump

"Saya bisa menang perang (melawan Afghanistan) dalam sepekan. Namun, saya hanya tidak ingin membunuh hingga 10 juta orang," papar Trump kepada awak media.

"Jika saya ingin menang perang, Afghanistan bakal terhapus dari Bumi. Mereka bakal selesai dalam arti sesungguhnya. Saya hanya tak ingin melakukannya," lanjutnya.

Dilansir Newsweek Selasa (23/7/2019), komentar Trump itu tak pelak menimbulkan kemarahan dan kebingungan di Kabul. Salah satunya dari pemerintah Afghanistan sendiri.

Kantor Presiden Ashraf Ghani merilis pernyataan meminta klarifikasi dari sang presiden, dan menegaskan mereka tidak bisa didikte oleh negara asing.

Kecaman lebih keras juga datang dari Taliban yang merupakan musuh utama mereka di sana. "Ancaman Trump tak bertanggung jawab dan kami mengecamnya secara keras," ujar Taliban.

Kelompok itu memperingatkan bahwa ambisi sejumlah kerajaan kuno seperti Mongol, Inggris, maupun negara seperti Uni Soviet untuk menang di Afghanistan langsung terjungkal.

Dalam unggahan pernyataan itu situs Vice of Jihad dikutip BBC, Taliban menyatakan nasib kerajaan seperti Mongol hingga Soviet hilang dari muka Bumi.

"Namun bangsa Afghanistan dengan bangga masih terus berdiri dan bakal tetap bertahan dan menunjukkan kebanggaan atas izin Tuhan," tutur Taliban.

Dalam kampanyenya selama ini, Trump berjanji bakal menghentikan "perang abadi" dengan terus menyuarakan kritikan terhadap keterlibatan AS di Irak maupun Afghanistan.

Namun sejak menjabat pada Januari 2017, presiden 73 tahun itu masih belum menghentikan perang di Afghanistan, di mana 2.000 tentara AS terbunuh sejak 2001.

Sejak lama, Trump sudah menginginkan untuk menarik seluruh pasukan AS dengan tahun lalu dia berujar bakal memulangkan setengah dari 14.000 tentara yang bermarkas di Afghanistan.

Baca juga: Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini



Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X