Jadi Target Komentar Rasis Trump, Siapa 4 Anggota Perempuan Kongres AS?

Kompas.com - 16/07/2019, 10:54 WIB
Empat anggota perempuan Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat kiri ke kanan: Ilhan Omar (Minnesota), Ayanna Pressley (Massachusetts), Alexandria Ocasio-Cortez (New York), dan Rashida Tlaib (Michigan) ketika menggelar konferensi pers di Washington DC Senin (15/7/2019). Mereka menjadi target komentar rasis yang dilayangkan Presiden Donald Trump. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Alex WroblewskiEmpat anggota perempuan Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat kiri ke kanan: Ilhan Omar (Minnesota), Ayanna Pressley (Massachusetts), Alexandria Ocasio-Cortez (New York), dan Rashida Tlaib (Michigan) ketika menggelar konferensi pers di Washington DC Senin (15/7/2019). Mereka menjadi target komentar rasis yang dilayangkan Presiden Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Empat anggota Kongres AS dari Partai Demokrat menjadi perhatian media setelah menjadi sorotan dalam komentar Presiden Donald Trump.

Keempat pendatang baru "progresif" itu adalah Alexandria Ocasio-Cortez (New York), Ilhan Omar (Minnesota), Ayanna Pressley (Massachusetts), dan Rashida Tlaib (Michigan).

Diwartakan AFP Selasa (16/7/2019), keempat politisi itu berasal dari kalangan minoritas dan kulit hitam. Kecuali Omar, tiga anggota yang lain kelahiran AS.

Baca juga: Trump Minta Anggota Kongres AS Perempuan untuk Kembali ke Negara Asal

Trump menargetkan mereka dalam serangkaian komentarnya sejak Minggu (14/7/2019) di mana Trump menyuruh mereka kembali ke "negara asal" hingga menuduh mereka "menyukai" Al Qaeda.

Ocasio-Cortez yang berusia 29 tahun merupakan politisi termuda dalam kelompok itu. Sementara Pressley merupakan politisi perempuan Afrika-Amerika pertama.

Sementara Tlaib dan Omar merupakan dua perempuan Muslim yang terpilih masuk Kongres. Tlaib adalah politisi keturunan Palestina di House of Representatives.

Sedangkan Omar adalah politisi non-kelahiran AS yang melarikan diri dari Somalia ketika perang berkecamuk, dan datang ke negara itu sebagai pengungsi.

Mereka merupakan bagian dari gelombang perubahan yang membuat House kembali jatuh ke tangan Demokrat selaku oposisi, dan mulai menempati jabatan mereka sejak Januari.

Mereka disatukan oleh satu keinginan yang sama untuk menentang Trump menggunakan senjata yang juga digunakan oleh sang presiden: media sosial.

Mereka menggunakan media sosial untuk menggelorakan berbagai agenda progresif mereka, meski upaya itu tak jarang mendapat resistensi dari kalangan sentral Demokrat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X