Korsel Beli F-35 AS, Korea Utara Terpaksa Kembangkan Senjata Khusus

Kompas.com - 11/07/2019, 12:11 WIB
Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp. wikia.comPesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Langkah Korea Selatan yang membeli jet tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat disebut bakal mendorong Korea Utara untuk mengembangkan dan menguji persenjataan baru.

Pengembangan dan pengujian persenjataan khusus oleh Korea Utara itu terpaksa dilakukan untuk mengimbangi persenjataan baru yang dimiliki Seoul.

Otoritas Korea Selatan dianggap telah bertindak "tak tahu malu dan menyedihkan" karena menyerukan dengan lantang tentang rekonsiliasi dan kerja sama antara Utara dan Selatan, namun dengan tetap membeli lebih banyak persenjataan dari AS.

Pernyataan itu disampaikan seorang direktur penelitian kebijakan dari Institut Kajian Amerika di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip kantor berita negara, KCNA.

Baca juga: 2025, AS dan Sekutunya Bakal Punya 200 Jet Tempur F-35 di Asia Pasifik

"Tidak diragukan lagi bahwa pengiriman F-35A, yang juga dijuluki senjata siluman mematikan itu bertujuan untuk mempertahankan supremasi militer atas negara-negara tetangganya di kawasan itu."

"Terutama untuk membuka 'gerbang' menyerang Utara saat terjadi situasi genting di Semenanjung Korea," tulis pernyataan itu.

"Sementara kami, pada bagiannya, tidak memiliki pilihan lain selain mengembangkan dan menguji persenjataan khusus yan dapat sepenuhnya menghancurkan persenjataan mematikan yang ditingkatkan di Korea Selatan," lanjut pernyataan, dikutip Reuters.

Korea Selatan telah menerima pengiriman pertama berupa dua unit jet tempur F-35 pada Maret lalu, dengan lebih banyak yang dijadwalkan akan tiba dalam tahun ini.

Korsel telah mencapai kesepakatan pembelian total 40 unit jet tempur canggih itu dari AS, yang pengirimannya dijadwalkan hingga tahun 2021.

Kritik Korea Utara atas akuisisi militer Korea Selatan sebagai tindakan berbahaya yang akan memancing reaksi dari Utara itu muncul di tengah hubungan antara dua Korea yang terhenti.

Baca juga: Maret, Dua Unit Jet Tempur F-35A Tiba di Korea Selatan

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah dikesampingkan dari pertemuan antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump di wilayah perbatasan, zona demiliterisasi Korea, pada Juni lalu.

"Otoritas Korea Selatan sebaiknya segera menyadari sebelum terlambat dan menghapus ilusi tak masuk akal tentang kesempatan meningkatkan hubungan antar-Korea yang akan datang jika mereka mengikuti jejak AS," kata pernyataan pihak Korea Utara itu.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Internasional
Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Internasional
Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X