Raja Salman Ingin Negara Arab Bersatu Lawan Tindak Kriminal Iran

Kompas.com - 31/05/2019, 12:52 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019). REUTERS / BANDAR ALGALOUD / HANDOUTRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Mekkah, Kamis (30/5/2019).

MEKKAH, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menyerukan kepada negara- negara Arab bertindak menghadapi tindakan kriminal Iran.

Pernyataan Raja Saudi itu muncul di awal dua KTT darurat yang dilangsungkan di Mekkah dan mendapat dukungan dari hampir semua kerajaan Teluk dan negara-negara Arab, kecuali Irak.

"Tidak adanya respons tegas dan mengancam terhadap atindakan sabotase Iran di wilayah itu telah mendorong negara tersebut untuk melanjutkan dengan lebih kuat, seperti yang kita lihat hari ini," kata Raja Salman.

"Tindakan kriminal negara itu (Iran) baru-baru ini mengharuskan kita semua untuk secara serius bekerja menjaga keamanan dan pencapaian GCC (Dewan Kerja Sama Teluk)," tambahnya, merujuk pada serangan terhadap instalasi minyak Teluk.

Baca juga: Raja Salman Kumpulkan Para Pemimpin Negara Arab di Saudi

Raja Salman juga meminta komunitas internasional untuk menggunakan "segala cara" untuk menahan kekuatan Iran.

Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan puncak yang digelar untuk membahas situasi di wilayah Teluk, menyusul peningkatan ketegangan setelah serangan drone ke stasiun pompa minyak di Saudi dan sabotase kapal tanker di lepas pantai UEA.

KTT tersebut tampaknya ingin memobilisasi upaya mengisolasi rezim Iran di tengah kekhawatiran konfrontasi militer.

Tetapi Irak, yang terjebak di antara dua sekutunya, AS dan Iran, memilih menolak pernyataan akhir negara-negara Arab yang mengecam perilaku Teheran di kawasan Teluk.

Baghdad telah menawarkan untuk menjadi penengah antara Washington dan Teheran dengan memperingatkan risiko perang di tengah ketegangan yang meningkat.

Sementara sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf mengatakan dalam pertemuan menjelang KTT di Jeddah, bahwa "serangan" Iran tersebut harus ditangani dengan "kekuatan dan ketegasan".

Baca juga: Saudi Ajak Negara Islam untuk Menolak Gangguan Iran



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X