Kompas.com - 30/05/2019, 19:04 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com - Para pemimpin Arab berkumpul di Arab Saudi, Kamis (30/5/2019), atas undangan dari Raja Salman bin Abdulaziz untuk menghadiri KTT darurat membahas situasi di wilayah Teluk.

Riyadh mengharapkan pertemuan para pemimpin Arab tersebut bakal memberi pesan kuat kepada Iran bahwa kekuatan regional akan mempertahankan kepentingan mereka terhadap segala ancaman yang ada.

Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) telah melobi Washington untuk menahan Iran dan menghindari perang, menyusul peningkatan ketegangan setelah serangan drone ke stasiun pompa minyak di Saudi dan sabotase kapal tanker di lepas pantai UEA.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf mengatakan dalam pertemuan para pemimpin Arab di Jeddah, menjelang KTT, bahwa "serangan" tersebut harus ditangani dengan "kekuatan dan ketegasan".

Baca juga: Pesawat Qatar Mendarat di Bandara Arab Saudi, Pertama Sejak 2 Tahun

"Sementara para pemimpin KTT kemungkinan akan membahas cara terbaik untuk menghindari perang, Raja Salman bertekad untuk membela kepentingan Arab Saudi dan negara-negara Arab, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran," kata Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen dan utusan Saudi, melalui tulisannya di Al Arabiya.

Pangeran Turki mengatakan, pertemuan para pemimpin Muslim negara Teluk dengan para pemimpin Arab di Mekkah, bakal membahas tentang campur tangan Iran dalam urusan Arab.

Ketegangan terus meningkat antara AS dengan Iran setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 tahun lalu dan memberlakukan kembali sanksi, serta peningkatan kehadiran militer AS di wilayah Teluk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, di sela kunjungannya ke Irak bulan ini, mengatakan bahwa Teheran menginginkan hubungan yang seimbang dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk dan telah mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi.

Baca juga: Saudi Ajak Negara Islam untuk Menolak Gangguan Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.