Raja Salman Kumpulkan Para Pemimpin Negara Arab di Saudi

Kompas.com - 30/05/2019, 19:04 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Konferensi Liga Arab di kota Dhahran, Minggu (15/4/2018). AFP/BANDAR AL-JALOUD/ SAUDI ROYAL PALACERaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Konferensi Liga Arab di kota Dhahran, Minggu (15/4/2018).

JEDDAH, KOMPAS.com - Para pemimpin Arab berkumpul di Arab Saudi, Kamis (30/5/2019), atas undangan dari Raja Salman bin Abdulaziz untuk menghadiri KTT darurat membahas situasi di wilayah Teluk.

Riyadh mengharapkan pertemuan para pemimpin Arab tersebut bakal memberi pesan kuat kepada Iran bahwa kekuatan regional akan mempertahankan kepentingan mereka terhadap segala ancaman yang ada.

Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) telah melobi Washington untuk menahan Iran dan menghindari perang, menyusul peningkatan ketegangan setelah serangan drone ke stasiun pompa minyak di Saudi dan sabotase kapal tanker di lepas pantai UEA.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf mengatakan dalam pertemuan para pemimpin Arab di Jeddah, menjelang KTT, bahwa "serangan" tersebut harus ditangani dengan "kekuatan dan ketegasan".

Baca juga: Pesawat Qatar Mendarat di Bandara Arab Saudi, Pertama Sejak 2 Tahun

"Sementara para pemimpin KTT kemungkinan akan membahas cara terbaik untuk menghindari perang, Raja Salman bertekad untuk membela kepentingan Arab Saudi dan negara- negara Arab, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran," kata Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen dan utusan Saudi, melalui tulisannya di Al Arabiya.

Pangeran Turki mengatakan, pertemuan para pemimpin Muslim negara Teluk dengan para pemimpin Arab di Mekkah, bakal membahas tentang campur tangan Iran dalam urusan Arab.

Ketegangan terus meningkat antara AS dengan Iran setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 tahun lalu dan memberlakukan kembali sanksi, serta peningkatan kehadiran militer AS di wilayah Teluk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, di sela kunjungannya ke Irak bulan ini, mengatakan bahwa Teheran menginginkan hubungan yang seimbang dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk dan telah mengusulkan penandatanganan pakta non-agresi.

Baca juga: Saudi Ajak Negara Islam untuk Menolak Gangguan Iran



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X