Pentagon Kirim Kapal Amfibi dan Sistem Rudal Patriot ke Wilayah Teluk

Kompas.com - 11/05/2019, 23:56 WIB
Foto yang dirilis pada Desember 2018 oleh Angkatan Laut AS, menampilkan kapal USS Arlington, yang membawa kapal amfibi dan sistem rudal Patriot. AFP / MC2 MAGAN ANUCIFoto yang dirilis pada Desember 2018 oleh Angkatan Laut AS, menampilkan kapal USS Arlington, yang membawa kapal amfibi dan sistem rudal Patriot.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat terus menambah jumlah armada yang dikerahkan ke kawasan Teluk di Timur Tengah, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Terkini, AS mengumumkan bakal mengerahkan kapal serbu amfibi dan peluncur rudal Patriot, untuk mendukung kapal induk dan pesawat pembom B-52 yang telah diberangkatkan sebelumnya.

Disampaikan Pentagon, Jumat (10/5/2019), pengerahan armada tambahan itu sebagai tanggapan atas ancaman dari Iran. Pasukan marinir, kendaraan amfibi, sistem pertahanan udara Patriot, yang dibawa membawa kapal USS Arlington, akan bergabung dengan kapal USS Abraham Lincoln.

Kapal induk serta satuan tugas pembom B-52 telah diperintahkan menuju kawasan Teluk, setelah Washington menerima laporan intelijen akan rencana serangan dari Iran ke wilayah tersebut.

Baca juga: Kirim Pesan untuk Iran, AS Berangkatkan Kapal Induk ke Timur Tengah

Komando Sentral AS (CENTCOM), pasukan AS untuk Timur Tengah dan Afghanistan, mengatakan, pada Jumat (10/5/2019), pesawat pembom B-52 telah tiba di wilayah operasi pada 8 Mei, tanpa merinci di mana pesawat itu mendarat.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton, sebelumnya menyatakan, pengerahan armada tersebut sebagai bentuk pesan yang "jelas dan tidak dapat disalahartikan" kepada Iran, mengenai serangan terhadap AS mau pun mitranya di kawasan Teluk.

Washington belum merinci ancaman yang dimaksud datang dari musuh, sehingga memicu kritik yang menyebut bahwa AS telah bereaksi berlebihan dan justru meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Sementara pihal Iran belum memberi tanggapan langsung atas langkah Washington, namun sempat menyebut bahwa AS sedang memainkan perang psikologis.

"Pernyataan Bolton adalah bentuk penggunaan cara yang kedaluwarsa untuk perang psikologis," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Keyvan Khosravi.

Pengerahan armada AS tersebut juga datang usai pernyataan Iran yang menjanjikan bakal meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 dan kembali melakukan pengayaan uranium negaranya jika tidak ada kesepakatan baru dalam 60 hari ke depan.

Baca juga: Iran Serukan Seluruh Timur Tengah Bersatu Melawan AS

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X