Kompas.com - 06/05/2019, 13:09 WIB
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln. Foto diambil pada Januari 2012. AFP PHOTO / US NAVYKapal Induk AS USS Abraham Lincoln. Foto diambil pada Januari 2012.

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS telah mengirimkan kapal induk bersama satuan tugas pembom ke wilayah Timur Tengah

Pemberangkatan armada kapal perang dan pesawat pembom itu disebut sebagai bentuk pesan kepada Iran.

"Menanggapi sejumlah indikasi dan peringatan yang merisaukan dan meningkat, AS mengerahkan kelompok serang USS Abraham Lincoln dan satuan tugas pembom ke wilayah Komando Pusat AS," ujar Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Minggu (5/5/2019).

Bolton menyebut pesan yang ditujukan kepada Iran "sangat jelas dan tidak dapat disalahartikan", bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS maupun sekutunya akan ditanggapi dengan kekuatan penuh dan tanpa henti.

"AS tidak mencari peperangan dengan rezim Iran, tetapi kami sepenuhnya siap untuk menanggapi serangan apa pun, baik yang dilancarkan perwakilan, pasukan Garda Revolusi, maupun pasukan reguler Iran," tambah Bolton, dikutip AFP.

Baca juga: Kapal Induk AS Berlabuh ke Vietnam, China Waspada

Pernyataan yang disampaikan Bolton tidak secara khusus menyebutkan alasan pemberangkatan kapal induk penyerang tersebut.

Namun demikian, pengiriman kapal induk itu terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekerasan dan konflik di Gaza antara gerilyawan Hamas dengan Israel, yang disebut terburuk sejak peperangan 2014.

Penempatan kapal induk dan unit pembom tersebut juga dilakukan di tengah peningkatan ketegangan antara Washington dengan Teheran terkait program nuklir Iran, di mana AS membidik ekspor uranium negara itu dengan sanksi baru.

Kelompok serang yang diberangkatkan AS tersebut, dilansir Fox News, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal jelajah rudal USS Leyte Gulf dan kapal perusak dari Skuadron 2.

Pemberangkatan kelompok penyerang itu dilakukan pada 1 April lalu dari pangkalan Angkatan Laut Norfolk, di bawah komando Laksamana Muda John Wade.

Pengerahan kelompok kapal perang itu terjadi kurang dari sebulan setelah pemerintah Trump menyebut pasukan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Bulan lalu, Angkatan Udara AS juga telah mengerahkan jet tempur F-35 ke wilayah Timur Tengah, yang dilanjutkan dengan misi penyerangan ke markas ISIS pekan lalu.

Baca juga: Pertama Kali, AS Tempatkan F-35 di Kawasan Timur Tengah



Sumber Fox News,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X