Maduro Peringatkan Peluang Terjadi Eskalasi Militer dengan Kolombia

Kompas.com - 09/05/2019, 15:06 WIB
This handout picture released by Miraflores Palace press office shows Venezuelas President Nicolas 
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019). AFP/Presidency/HO/JHONN ZERPAThis handout picture released by Miraflores Palace press office shows Venezuelas President Nicolas Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) berbaris bersama militer didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (kiri) dalam parade di Caracas Kamis (2/5/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan kemungkinan terjadinya eskalasi militer dengan negara tetanga Kolombia, menyusul pernyataan Bogota yang menuduh Caracas telah melindungi gerilyawan kiri di wilayahnya.

"Ada peningkatan pernyataan yang bisa berakhir dengan eskalasi militer di perbatasan, yang dapat melibatkan pasukan kriminal Kolombia melawan Venezuela," kata Maduro dalam pidato di hadapan pendukungnya, Rabu (8/5/2019).

"Semua ini adalah bagian dari rencana imperialisme Amerika Serikat," tambah Maduro, dikutip AFP.

Pernyataan Maduro tersebut disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Venezuela, menyusul protes Kolombia yang menyebut negara tetangganya telah melancarkan "provokasi yang berulang".


Baca juga: Wakil Pemimpin Oposisi Venezuela Ditangkap dan Dibawa Pakai Truk Derek

Terbaru, Kolombia mengklaim sekitar 30 personel militer Venezuela telah menyeberang ke wilayahnya.

Pasukan militer Venezuela itu baru menarik diri setelah Kolombia mengirim helikopter dan tentara ke wilayah perbatasan sebagai tanggapan atas laporan warga setempat.

Bogota dalam pernyataan militer sebelumnya, menyatakan kesiapan untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sambil tetap berhati-hati dalam menghadapi provokasi yang jelas dan berulang yang bertujuan hanya untuk memancing tanggapan yang akan membuat Kolombia terlihat sebagai negara agresor.

Perbatasan kedua negara yang mencapai panjang hingga 2.200 kilometer sebagian besar sulit diakses dan tidak terjangkau aparat penegak hukum.

Kondisi tersebut mendorong kelompok-kelompok bersenjata, pengedar narkoba, hingga gerilyawan sayap kiri dan paramiliter beroperasi di sepanjang perbatasan.

Caracas telah memutus hubungan diplomatik dengan Bogota sejak Februari lalu setelah Kolombia menjadi salah satu dari lebih 50 negara yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Baca juga: Keberadaan Militer Rusia di Venezuela Bakal Diperpanjang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X