Para Pemimpin Negara Liga Arab Kutuk Keputusan Trump soal Golan

Kompas.com - 01/04/2019, 10:43 WIB
Tank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018. AFP / MENAHEM KAHANATank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018.

TUNIS, KOMPAS.com - Para pemimpin Arab akhirnya mengeluarkan keputusan bersama mengecam keputusan AS untuk mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.

Diwartakan kantor berita AFP, dalam KTT di Tunis pada Minggu (31/3/2019), Liga Arab menyatakan Golan merupakan wilayah Suriah menurut hukum internasional dan keputusan PBB.

"Memang benar Amerika adalah keluatan militer terkuat di dunia, tapi keputusan benar-benar tidak berharga," ujar Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Baca juga: Pengakuan AS atas Kedaulatan Israel di Golan, Jalan Menuju Perang

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump menandatangani pengakuan pencaplokan Israel atas dataran tinggi yang strategis.

Israel merebut dataran tinggi Golan pada 1967 dan mencaploknya pada 1981.

Penandatanganan itu disaksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (25/3/2019).

Langkah tersebut belum diakui secara internasional, dan tiga resolusi Dewan Keamanan PBB telah menyerukan agar Israel menarik diri dari wilayah itu.

Keputusan Trump juga menuai kritik dari anggota Dewan Keamanan PBB lainnya dan ditolak oleh Uni Eropa.

Liga Arab dalam KTT di Tunis menyebut, masalah itu menutupi perpecahan mendalam lainnya seperti krisis diplomatik di Teluk dan konflik di Suriah dan Yaman.

Sheikh Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani keluar lebih awal dari pertemuan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Bersama PM Netanyahu, Trump Umumkan Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Seorang pejabat Tunisia mengatakan pemimpin Qatar itu keluar saat pidato Aboul Gheit.

Dalam pidato pembukaannya, Aboul Gheit mengecam Turki dan Iran atas campur tangan di negara-negara Arab. Dia mengklaim kedua negara itu telah memperburuk krisis regional.

KTT di Tunis juga telah mempertemukan Raja Saudi Salman dan emir dalam momen yang langka.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X