Pengakuan AS atas Kedaulatan Israel di Golan, Jalan Menuju Perang

Kompas.com - 27/03/2019, 17:03 WIB
Tank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018. AFP / MENAHEM KAHANATank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018.

MOSKWA, KOMPAS.com - Keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kekuasaan Israel disebut menjadi jalan menuju perang.

Pengakuan AS atas wilayah Golan tersebut telah melangkahi Dewan Keamanan PBB dan mengabaikan dialog badan dunia itu tentang masalah terkait.

"Seluruh anggota komunitas internasional harus menyuarakan pendapat mereka terhadap masalah ini," ujar juru bicara Majelis Rendah Rusia, Vyacheslav Volodin, dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Menurut Volodin, perkembangan saat ini bisa mengarah pada situasi di mana semua pihak akan saling berselisih. "Peran kekuatan akan mendominasi. Ini adalah sebuah jalan menuju perang," kata dia.

Baca juga: Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Presiden AS Donald Trump telah secara resmi menandatangani deklarasi yang menyatakan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, pada Senin (25/3/2019).

Penandatanganan dilakukan Trump dengan disaksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Netanyahu menyamakan langkah Trump kali ini seperti Presiden Harry S Truman yang mengakui Israel, atau Raja Persia Cyrus yang membebaskan Israel dari Babilonia.

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan sungguh langkah yang bersejarah," ujar Netanyahu saat itu.

Menanggapi keputusan AS, PBB telah mengingatkan bahwa Dewan Keamanan PBB dalam resolusi Desember 1981 menyebut bahwa pendudukan Dataran Tinggi Golan oleh Israel telah batal demi hukum tanpa efek hukum internasional, dan posisinya tidak berubah hingga kini.

Kecaman terhadap keputusan AS juga disuarakan Rusia, Turki, dan negara-negara anggota Liga Arab.

Sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, pengakuan AS tersebut berpotensi menciptkan ketegangan baru di Timur Tengah.

Israel mencaplok dan menduduki wilayah Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1981, atau 14 tahun setelah Perang Enam Hari 1967. Keputusan yang tidak diakui masyarakat internasional.

Baca juga: Bersama PM Netanyahu, Trump Umumkan Dataran Tinggi Golan Milik Israel



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X