Kompas.com - 27/03/2019, 17:03 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kekuasaan Israel disebut menjadi jalan menuju perang.

Pengakuan AS atas wilayah Golan tersebut telah melangkahi Dewan Keamanan PBB dan mengabaikan dialog badan dunia itu tentang masalah terkait.

"Seluruh anggota komunitas internasional harus menyuarakan pendapat mereka terhadap masalah ini," ujar juru bicara Majelis Rendah Rusia, Vyacheslav Volodin, dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Menurut Volodin, perkembangan saat ini bisa mengarah pada situasi di mana semua pihak akan saling berselisih. "Peran kekuatan akan mendominasi. Ini adalah sebuah jalan menuju perang," kata dia.

Baca juga: Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Presiden AS Donald Trump telah secara resmi menandatangani deklarasi yang menyatakan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, pada Senin (25/3/2019).

Penandatanganan dilakukan Trump dengan disaksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Netanyahu menyamakan langkah Trump kali ini seperti Presiden Harry S Truman yang mengakui Israel, atau Raja Persia Cyrus yang membebaskan Israel dari Babilonia.

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan sungguh langkah yang bersejarah," ujar Netanyahu saat itu.

Menanggapi keputusan AS, PBB telah mengingatkan bahwa Dewan Keamanan PBB dalam resolusi Desember 1981 menyebut bahwa pendudukan Dataran Tinggi Golan oleh Israel telah batal demi hukum tanpa efek hukum internasional, dan posisinya tidak berubah hingga kini.

Kecaman terhadap keputusan AS juga disuarakan Rusia, Turki, dan negara-negara anggota Liga Arab.

Sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, pengakuan AS tersebut berpotensi menciptkan ketegangan baru di Timur Tengah.

Israel mencaplok dan menduduki wilayah Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1981, atau 14 tahun setelah Perang Enam Hari 1967. Keputusan yang tidak diakui masyarakat internasional.

Baca juga: Bersama PM Netanyahu, Trump Umumkan Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.