Bersama PM Netanyahu, Trump Umumkan Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Kompas.com - 26/03/2019, 06:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan secara formal bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Israel.

Berdiri bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump menandatangani pengakuan yang sebelumnya sudah diutarakan pada pekan lalu.

Baca juga: Suriah Berjanji Bakal Rebut Kembali Dataran Tinggi Golan dari Israel

"Hari ini, saya mengambil langkah bersejarah mempromosikan kemampuan pertahanan Israel, negara dengan keamanan nasional yang hebat," ujar Trump dilansir CNN Senin (25/3/2019).


Netanyahu menyaksikan Trump meneken dokumen itu. Membandingkannya dengan Presiden Harry S Truman yang mengakui Israel, atau Raja Persia Cyrus yang Hebat, yang membebaskan Israel dari Babilonia.

Dia kemudian menyerahkan pena itu kepada Netanyahu sebagai aksi simbolik "kepada Bangsa Israel". "Seharusnya ini dilakukan beberapa dekade lalu," imbuh Trump.

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan sungguh bersejarah," tutur Netanyahu mengomentari wilayah yang dicaplok dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.

Dikutip AFP, Netanyahu berkata keputusan Trump itu memenangkan Israel di mana masyarakat Yahudi sudah mengakar di wilayah itu sejak lama.

Sebelumnya, Trump juga membuat keputusan kontroversial lain ketika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017.

Pengakuan atas Golan itu terjadi di tengah serangan roket yang dilakukan Hamas dan melukai tujuh warga Israel di ibu kota Tel Aviv.

Beberapa saat setelah Netanyahu memasuki Gedung Putih, jet tempur Israel langsung membombardir wilayah Hamas yang menyangkal melakukan serangan tersebut.

Sementara pengakuan AS atas Golan membuat sekutu mereka, Inggris dan Perancis, kompak mengatakan Golan masih di bawah resolusi PBB.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan pengakuan Trump berpotensi menciptakan ketegangan baru di Timur Tengah.

Israel mengklaim menduduki Golan pada 1981, atau 14 tahun setelah Perang Enam Hari. Namun manuver mereka tidak mendapatkan dukungan internasional.

Baca juga: Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X