Militer Pakistan Bebaskan 4 Tentara Iran yang Ditahan Kelompok Militan

Kompas.com - 21/03/2019, 23:23 WIB
Seorang tentara Pakistan berjaga di perbatasan dengan Afghanistan. AFP / FAROOQ NAEEMSeorang tentara Pakistan berjaga di perbatasan dengan Afghanistan.

CHAGHI, KOMPAS.com - Militer Pakistan mengabarkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membebaskan empat tentara Iran yang ditahan kelompok militan.

Aksi penyelamatan dilakukan di Distrik Chaghi, Provinsi Balochistan, dekat perbatasan Afghanistan. Demikian disampaikan militer Pakistan dalam pernyataannya, Kamis (21/3/2019).

"Teroris dari organisasi terlarang dilaporkan telah memasuki Pakistan dari Afghanistan bersama dengan tentara Iran yang diculik," tulis pernyataan tersebut.

"Setelah terjadi baku tembak dengan kelompok teroris, empat tentara Iran dapat diselamatkan," lanjut pernyataan itu, dikutip AFP.

Baca juga: Pahlawan yang Tewas dalam Aksi Teror di Masjid Selandia Baru Dapat Penghargaan dari Pakistan

Laporan pernyataan militer Pakistan tersebut tidak menjelaskan kapan aksi penyelamatan terjadi, maupun nama kelompok teroris yang menculik para tentara Iran.

Militer Pakistan menyampaikan, tentara yang diselamatkan telah diserahkan kembali ke Iran.

Sementara dari pihak Iran, melalui juru bicara kementerian luar negeri, Bahram Ghasemi, menyampaikan terima kasih kepada Islamabad atas bantuannya dalam menyelamatkan tentara Iran.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kami kepada pemerintah dan tentara Pakistan atas keberhasilan operasi yang membebaskan para penjaga perbatasan kami yang pemberani," tulis pernyataan dalam situs Kementerian Luar Negeri Iran yang dirilis Kamis (21/3/2019).

Ghasemi melanjutkan pernyataannya dengan mengharapkan agar para penjaga perbatasan yang masih ditahan juga akan segera dibebaskan dan dapat kembali ke Iran sesegera mungkin.

Sebelumnya, Oktober tahun lalu, kelompok militan Jaish al-Adl dilaporkan telah menculik 12 personel keamanan Iran dari dekat perbatasan.

Lima personel di antaranya kemudian dibebaskan oleh tentara Pakistan dan dipulangkan ke Iran.

Terlepas dari peran Pakistan dalam membebaskan tentara Iran, hubungan Islamabad dengan Teheran belakangan ini mendapat pukulan keras setelah seorang pelaku pembom bunuh diri asal Pakistan menewaskan 27 orang Pengawal Revolusi Iran dalam serangan 13 Februari di Provinsi Sistan-Baluchistan.

Kelompok Jaish al-Adl, yang menurut Teheran memiliki basis utama di Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca juga: Pakistan Tangkap Lebih dari 100 Tersangka Anggota Kelompok Ekstremis



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X