Pakistan Tangkap Lebih dari 100 Tersangka Anggota Kelompok Ekstremis

Kompas.com - 08/03/2019, 10:41 WIB
Pasukan keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). (AFP) Pasukan keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). (AFP)

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan terus meningkatkan perlawanan terhadap kelompok- kelompok ekstremis di negaranya, setelah serangan yang memicu ketegangan dengan India di Kashmir.

Operasi perlawanan yang diumumkan pada Senin (5/3/2019) itu sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan kelompok ekstremis di kawasan Kashmir, Himalaya, yang menewaskan 40 anggota paramiliter India, pada Februari lalu.

Otoritas berwenang dikabarkan telah menahan lebih dari 100 tersangka anggota dari dua kelompok ekstremis di Pakistan yang menjadi sasaran dalam operasi perlawanan tersebut.

"Sampai dengan hari ini, lembaga penegak hukum telah menangkap 121 orang di bawah penahanan preventif," kata Kementerian Dalam Negeri Pakistan dalam pernyataannya, Kamis (7/3/2019).

Baca juga: Pakistan Tangkap Tersangka Kunci Serangan Bom Bunuh di India Kashmir

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada AFP, bahwa petugas keamanan telah menahan anggota dari kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) dan Jamaat-ud-Dawa (JuD).

Kelompok JeM adalah yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kashmir pada 14 Februari lalu yang menewaskan 40 paramiliter India.

Sementara JuD merupakan kelompok yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh PBB dan disebut sebagai garda terdepan dari kelompok militan Lashkar-e-Taiba, yang dituduh menjadi dalang serangan teror di Mumbai dan menewaskan lebih dari 160 orang pada 2008.

Pemimpin JuD, Hafiz Saeed, telah masuk dalam daftar buronan AS dan bernilai uang hadiah 10 juta dollar AS bagi pihak yang berhasil menangkapnya.

Sebuah sumber AFP mengkonfirmasi bahwa otoritas berwenang telah melakukan penangkapan terhadap tersangka anggota kelompok militan setiap hari.

Hampir 200 sekolah keagamaan, serta sejumlah rumah sakit dan organisasi amal lainnya, yang dijalankan oleh kelompok-kelompok militan telah disita dan operasionalnya diserahkan kepada pemerintah provinsi.

Sementara disampaikan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Shehryar Afridi, pada Selasa (6/3/2019), peningkatan perlawanan terhadap kelompok ektremis itu tidak berkaitan dengan desakan pemerintah India.

Insiden serangan teror bom bunuh diri di Kashmir India bulan lalu telah memicu peningkatan ketegangan antara Islamabad dengan New Delhi, hingga terjadi saling serang menggunakan jet tempur dan baku tembak di daratan.

Baca juga: Pakistan Rilis Nama Pilot yang Tembak Jatuh Dua Pesawat Tempur India



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X