Kompas.com - 08/03/2019, 10:41 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan terus meningkatkan perlawanan terhadap kelompok-kelompok ekstremis di negaranya, setelah serangan yang memicu ketegangan dengan India di Kashmir.

Operasi perlawanan yang diumumkan pada Senin (5/3/2019) itu sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan kelompok ekstremis di kawasan Kashmir, Himalaya, yang menewaskan 40 anggota paramiliter India, pada Februari lalu.

Otoritas berwenang dikabarkan telah menahan lebih dari 100 tersangka anggota dari dua kelompok ekstremis di Pakistan yang menjadi sasaran dalam operasi perlawanan tersebut.

"Sampai dengan hari ini, lembaga penegak hukum telah menangkap 121 orang di bawah penahanan preventif," kata Kementerian Dalam Negeri Pakistan dalam pernyataannya, Kamis (7/3/2019).

Baca juga: Pakistan Tangkap Tersangka Kunci Serangan Bom Bunuh di India Kashmir

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada AFP, bahwa petugas keamanan telah menahan anggota dari kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) dan Jamaat-ud-Dawa (JuD).

Kelompok JeM adalah yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kashmir pada 14 Februari lalu yang menewaskan 40 paramiliter India.

Sementara JuD merupakan kelompok yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh PBB dan disebut sebagai garda terdepan dari kelompok militan Lashkar-e-Taiba, yang dituduh menjadi dalang serangan teror di Mumbai dan menewaskan lebih dari 160 orang pada 2008.

Pemimpin JuD, Hafiz Saeed, telah masuk dalam daftar buronan AS dan bernilai uang hadiah 10 juta dollar AS bagi pihak yang berhasil menangkapnya.

Sebuah sumber AFP mengkonfirmasi bahwa otoritas berwenang telah melakukan penangkapan terhadap tersangka anggota kelompok militan setiap hari.

Hampir 200 sekolah keagamaan, serta sejumlah rumah sakit dan organisasi amal lainnya, yang dijalankan oleh kelompok-kelompok militan telah disita dan operasionalnya diserahkan kepada pemerintah provinsi.

Sementara disampaikan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Shehryar Afridi, pada Selasa (6/3/2019), peningkatan perlawanan terhadap kelompok ektremis itu tidak berkaitan dengan desakan pemerintah India.

Insiden serangan teror bom bunuh diri di Kashmir India bulan lalu telah memicu peningkatan ketegangan antara Islamabad dengan New Delhi, hingga terjadi saling serang menggunakan jet tempur dan baku tembak di daratan.

Baca juga: Pakistan Rilis Nama Pilot yang Tembak Jatuh Dua Pesawat Tempur India

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.