Senat Sepakat Akhiri Status Darurat AS, Trump: VETO!

Kompas.com - 15/03/2019, 12:08 WIB
Presiden AS Donald Trump sedang menelepon.AFP / NICHOLAS KAMM Presiden AS Donald Trump sedang menelepon.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung bereaksi setelah Senat memutuskan mengakhiri status darurat nasional.

Puluhan anggota Partai Republik yang merupakan mayoritas di Senat bergabung dengan oposisi Demokrat guna membatalkan status darurat nasional yang diumumkan Februari lalu.

Dilaporkan New York Times kamis (14/3/2019), Senat meloloskan resolusi pembatalan status itu dengan perbandingan suara 59-41 dengan tambahan 12 Senator Republik.

Baca juga: Demi Danai Tembok Perbatasan, Trump Umumkan Darurat Nasional


" VETO!" Begitulah kicauan yang ditulis Trump di Twitter seperti dikutip AFP tak lama setelah Senat mengumumkan hasil resolusi itu.

Senator Republik Lamar Alexander berkata, belum pernah terjadi presiden menggunakan status darurat nasional 1976 untuk menghabiskan uang yang ditolak oleh Kongres.

Status itu diberlakukan setelah Kongres AS tidak memberikan dana pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang diminta Trump senilai 5,7 miliar dollar AS, atau Rp 81,4 triliun.

"Bapak pendiri bangsa ini membentuk Kongres untuk menyetujui anggaran supaya presiden tidak terlalu berkuasa," ujar senator dari Tennessee itu.

Senator Rob Portman dilansir CNN menyebut tindakan Trump yang mendeklaraskan status darurat nasional menciptakan preseden berbahaya ke depannya.

"Sebab, perilakunya bisa membuka jalan bagi presiden di masa mendatang untuk melakukan apapun yang mereka inginkan," jelas Portman.

Meski begitu, Portman menitikberatkan bahwa dia, seperti anggota Republik yang lain, yakin Trump benar soal adanya krisis di perbatasan.

Sebelum voting dimulai, Trump sempat membujuk Republik untuk berpihak padanya dengan menyatakan mereka harus memilih mencegah adanya kejahatan di perbatasan.

Senator Jerry Moran melalui keterangan tertulis memercayai deklarasi status darurat nasional dalam segala aspek telah melanggar Konstitusi AS.

"Deklarasi itu membuat negara ini jatuh ke dalam cengkeraman eksekutif. Fakta yang sangat ditakutkan pendiri negara ini," paparnya.

Keinginan Trump untuk membangun tembok perbatasan Meksiko sempat membuat AS dilanda penutupan layanan pemerintahan ( shutdown) pada 22 Desember lalu.

Shutdown itu terjadi karena presiden 72 tahun menolak menandatangani anggaran negara, dan berlangsung hingga 35 hari, serta berdampak kepada ratusan ribu pegawai negeri AS.

Baca juga: Umumkan Darurat Tembok Perbatasan, Trump Digugat 16 Negara Bagian AS

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X