Umumkan Darurat Tembok Perbatasan, Trump Digugat 16 Negara Bagian AS

Kompas.com - 19/02/2019, 11:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, pada Selasa (5/2/2019). (AFP/Doug Mills)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, pada Selasa (5/2/2019). (AFP/Doug Mills)

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Sebanyak 16 negara bagian di Amerika Serikat menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump atas keputusan mengumumkan keadaan darurat nasional.

Trump mendeklarasikan darurat nasional untuk mendanai tembok perbatasan selatan dengan Meksiko. Langkah tersebut dinilai melanggar konstitusi.

16 negara bagian itu adalah California, Colorado, Connecticut, Delaware, Hawaii, Illinois, Maine, Maryland, Michigan, Minnesota, Nevada, New Jersey, New Mexico, New York, Oregon dan Virginia.

Baca juga: Umumkan Keadaan Darurat Nasional, Trump Menuai Gugatan

Kantor berita AFP mewartakan, gugatan itu diajukan di pengadilan distrik federal di San Francisco, California, pada Senin (18/2/2019).

Dalam gugatan tersebut menyebutkan, presiden tidak memiliki kekuatan untuk mengalihkan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan karena Kongres yang mengatur pengeluaran negara.

"Penggunaan dana federal tambahan untuk pembangunan tembok perbatasan bertentangan dengan keinginan Kongres sehingga melanggar Konstitusi AS," tulis pengaduan gugatan tersebut.

Jaksa Agung California, Xavier Becerra, mengatakan negara bagiannya dan begitu pula dengan negara bagian lain memiliki kedudukan hukum karena berisiko kehilangan uang untuk proyek militer, bantuan bencana, dan keperluan lain.

"Mungkin bukti terbaik adalah pernyataan presiden sendiri," katanya merujuk pada pidato Trump pada 15 Februari lalu.

Trump dinilai telah membelokkan negara menuju krisis konstitusional atas ulahnya sendiri.

"Kongres berulang kali menolak desakan presiden untuk mendanai tembok perbatasan, yang menghasilkan shutdown terlama yang berlangsung selama 35 hari akibat perselisihan tembok perbatasan, lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

New York Times mencatat, gugatan tersebut sekaligus ditujukan untuk melindungi penduduk, sumber daya alam, dan kepentingan ekonomi masing-masing negara bagian.

"Berlawanan dengan kehendak Kongres, presiden menggunakan dalih 'krisis' buatan soal imigrasi ilegal untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional," tulis gugatan yang diajukan.

Seperti diketahui, Trump kecewa dengan keputusan Kongres yang hanya memberinya 1,375 miliar dollar untuk membangun pagar perbatasan, bukan tembok perbatasan seperti keinginannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X