Kompas.com - 02/03/2019, 11:13 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi dilaporkan telah mencabut kewarganegaraan Hamza bin Laden, putra mendiang pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.

Pengumuman yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi itu terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah uang.

Baca juga: Buru Putra Osama bin Laden, AS Tawarkan Hadiah Rp 14 Miliar

Dilansir Reuters Jumat (2/3/2019), AS menawarkan hadiah 1 juta dollar, sekitar Rp 14,1 miliar, bagi siapapun yang bisa menemukan lokasi Hamza.

Diyakini saat ini berusia 30-an, Hamza mendampingi ayahnya ketika serangan 11 September 2001 di New York City dan Washington.

Pria yang diyakini menjadi sosok kunci Al Qaeda itu berada di Pakistan bersama Bin Laden tatkala AS menggelar invasi ke Afghanistan.

Diperkenalkan lewat rekaman suara oleh Pemimpin Al Qaeda baru Ayman al-Zawahiri pada 2015, Hamza menjadi suara kaum muda di tengah kesulitan pemimpin senior menginspirasi.

Sebabnya menurut para analis, saat itu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bawah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi tengah berkuasa.

Dia menyerukan adanya aksi teror di ibu kota negara Barat dan mengancam bakal membalas dendam atas kematian ayahnya, berdasarkan keterangan Kemenlu AS pada 2017.

Hamza mengancam bakal menargetkan AS dan mendesak suku Saudi untuk bergabung dengan Al Qaeda di Yaman, dan melawan Riyadh.

Bin Laden tewas oleh pasukan khusus AS ketika melaksanakan operasi penyerbuan di persembunyiannya di Pakistan pada Mei 2011.

Saat pengepungan tersebut, Hamza diyakini tengah menjadi tahanan rumah di Iran. Dari dokumen yang ditemukan, bawahan Bin Laden berusaha menyatukan Hamza dengan ayahnya.

Adapun Riyadh berdasarkan jurnal resmi Um al-Qura, keputusan mencabut kewarganegaraan Hamza sudah disepakati sejak November 2018.

Baca juga: Putra Osama bin Laden Menikahi Putri Pelaku Serangan 11 September

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.