Biografi Tokoh Dunia: Junko Tabei, Perempuan Pertama Penakluk Puncak Everest

Kompas.com - 26/02/2019, 18:53 WIB
Junko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun. VIA arynews.tvJunko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun.

KOMPAS.com - Seorang perempuan asal Jepang berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest pada 1975.

Junko Tabei dinobatkan sebagai perempuan pertama yang mencapai puncak gunung tertinggi di dunia.

Meski longsor menghantam timnya saat tidur di tenda pada ketinggian 21.326 kaki di atas permukaan laut, hal tersebut tidak menghentikan ekspedisinya.

Kehidupan awal

Junko Tabei lahir dengan nama Junko Ishibashi di Miharu Machi, prefektur Fukushima, pada 22 September 1939.

Saat masih liburan sekolah, Junko yang berusia 10 tahun begitu dipenuhi dengan semangat kebebasan.

Pada sebuah negara yang terguncang perang dan kemiskinan, cukup mengejutkan karena Junko menemukan kekuatan pada alam.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Valentina Tereshkova, Gadis Desa yang Mengorbit Bumi

Dia jatuh cinta dengan gunung setelah dibawa seorang guru mendaki Gunung Nasu di Taman Nasional Nikko pada usia 10 tahun.

Namun petualangannya mendaki gunung ketika masih kecil sangat jarang karena terhambat oleh aturan masyarakat.

Meski demikian, dia menyadari perlunya mengejar pendidikan tinggi. Junko melanjutkan studi belajar sastra Inggris dan Amerika di Showa's Woman University. Kemudian tepat sebelum lulus kuliah, dia mulai mendaki kembali.

"Itu seperti organ vital pada tubuh saya mulai berfungsi lagi. Ini adalah saya yang sesungguhnya," katanya.

"Saya menemukan diri saya saat mendaki gunung. Saya merasakan kebebasan yang luar biasa," lanjutnya.

Junko Tabei berdiri di depan Gunung Yari di Pegunungan Alpen Utara Jepang, sekitar 1961. (COURTESY OF TABEI KIKAKU/LADIES CLIMBING CLUB) Junko Tabei berdiri di depan Gunung Yari di Pegunungan Alpen Utara Jepang, sekitar 1961. (COURTESY OF TABEI KIKAKU/LADIES CLIMBING CLUB)
Klub pendakian gunung

Setelah lulus pada 1962, dia bergabung dengan beberapa klub pendakian gunung, mencari mitra untuk mendaki dan kesempatan dalam berbagai ekspedisi.

Junko terus menjelajahi puncak Jepang sambil bekerja sebagai editor jurnal ilmiah dan sesekali mengajar piano serta bahasa Inggris untuk membiayai hobinya yang mahal.

Pada pertengahan 1960-an, dia telah mencapai semua gunung tertinggi di Jepang, termasuk Gunung Fuji.

Dia bertemu dengan pria yang kelak menjadi suaminya, Masanobu Tabei, seoran pendaki gunung yang terkenal.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X