Kompas.com - 26/02/2019, 18:53 WIB

Keduanya berjumpa selama pendakian berbahaya di Gunung Tanigawa. Namun ibunya tidak menyetujui hubungan mereka karena Masanobu tidak kuliah.

Junko menemukan pasangan yang memiliki minat sama dengannya, yang mendukungnya. Pada suatu hari, dia memutuskan berhenti bekerja agar fokus menaklukkan gunung.

Perempuan penakluk

Pada 1969, Junko mendirikan klub pendakian gunung bernama Joshi-Tohan. Kelompok tersebut hanya menampung anggota perempuan.

Pada saat itu, perempuan di Jepang dianggap lebih pantas bekerja di area domestik, atau bekerja sebagai sekretaris. Joshi-Tohan pun sering dikritik dan berjuang keras untuk mencari sponsor.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Geronimo, Pejuang dari Suku Apache

Pada Maret 1970, Junko memimpin klubnya di sejumlah pendakian, termasuk ke Annapurna III di Nepal.

Menghadapi berbagai cobaan seperti suhu rendah, film kamera rusak, dan penyakit sempat melambatkan perjalanannya mereka.

Ada 8 pendaki dan seorang dokter di kelompok itu, namun akhirnya Junko mencapai puncaknya pada 19 Mei 1970.

Ekspedisi Everest

Pada 1975, dia dan Eiko Miyuzaki yang memimpin tim pendakian merencanakan penaklukan puncak Everest.

Namun, mereka harus mencari dukungan dana dari komunitas bisnis di Jepang. Bukannya disambut dengan tangan terbuka, keduanya justru menerima hinaan.

Para pemimpin bisnis menyebut penaklukan gunung tertinggi du dunia itu sebagai kebodohan.

Akhirnya, sebuah surat kabar dan stasiun televisi bersedia menjadi sponsor terhadap upaya mereka mencapai puncak Everest, tapi masih terhalang oleh biaya yang besar.

Pada 1973, ekspedisi Italia menelan biaya hingga 600.000 poundsterling untuk menaklukan Everest. Sementara, Asosiasi Gunung Jepang mendapat bantuan sekitar 200.000 poundsterling pada 1974.

Kelompok Junko hanya mampu mengumpulkan 86.000 poundsterling. Tapi, ekspedisi tetap dilanjutkan meski tekanan budaya juga menyerangnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Tunku Abdul Rahman, Bapak Kemerdekaan Malaysia

Sebelum dia memulai perjalanan menuju puncak Everest, Junko menghadapi cacian masyarakat karena meninggalkan putrinya yang berusia tiga tahun dan suaminya.

Pada 3 Mei 1975, setelah mundur ke Camp II karena cuaca yang memburuk, Junko dan teman-teman dibangunkan oleh longsoran salju.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.