Biografi Tokoh Dunia: Junko Tabei, Perempuan Pertama Penakluk Puncak Everest

Kompas.com - 26/02/2019, 18:53 WIB
Junko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun. VIA arynews.tvJunko Tabei, perempuan pertama di dunia yang menapakkan kaki di puncak Everest, dari Jepang, meninggal dunia di usia 77 tahun.

Keduanya berjumpa selama pendakian berbahaya di Gunung Tanigawa. Namun ibunya tidak menyetujui hubungan mereka karena Masanobu tidak kuliah.

Junko menemukan pasangan yang memiliki minat sama dengannya, yang mendukungnya. Pada suatu hari, dia memutuskan berhenti bekerja agar fokus menaklukkan gunung.

Perempuan penakluk

Pada 1969, Junko mendirikan klub pendakian gunung bernama Joshi-Tohan. Kelompok tersebut hanya menampung anggota perempuan.

Pada saat itu, perempuan di Jepang dianggap lebih pantas bekerja di area domestik, atau bekerja sebagai sekretaris. Joshi-Tohan pun sering dikritik dan berjuang keras untuk mencari sponsor.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Geronimo, Pejuang dari Suku Apache

Pada Maret 1970, Junko memimpin klubnya di sejumlah pendakian, termasuk ke Annapurna III di Nepal.

Menghadapi berbagai cobaan seperti suhu rendah, film kamera rusak, dan penyakit sempat melambatkan perjalanannya mereka.

Ada 8 pendaki dan seorang dokter di kelompok itu, namun akhirnya Junko mencapai puncaknya pada 19 Mei 1970.

Ekspedisi Everest

Pada 1975, dia dan Eiko Miyuzaki yang memimpin tim pendakian merencanakan penaklukan puncak Everest.

Namun, mereka harus mencari dukungan dana dari komunitas bisnis di Jepang. Bukannya disambut dengan tangan terbuka, keduanya justru menerima hinaan.

Para pemimpin bisnis menyebut penaklukan gunung tertinggi du dunia itu sebagai kebodohan.

Akhirnya, sebuah surat kabar dan stasiun televisi bersedia menjadi sponsor terhadap upaya mereka mencapai puncak Everest, tapi masih terhalang oleh biaya yang besar.

Pada 1973, ekspedisi Italia menelan biaya hingga 600.000 poundsterling untuk menaklukan Everest. Sementara, Asosiasi Gunung Jepang mendapat bantuan sekitar 200.000 poundsterling pada 1974.

Kelompok Junko hanya mampu mengumpulkan 86.000 poundsterling. Tapi, ekspedisi tetap dilanjutkan meski tekanan budaya juga menyerangnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Tunku Abdul Rahman, Bapak Kemerdekaan Malaysia

Sebelum dia memulai perjalanan menuju puncak Everest, Junko menghadapi cacian masyarakat karena meninggalkan putrinya yang berusia tiga tahun dan suaminya.

Pada 3 Mei 1975, setelah mundur ke Camp II karena cuaca yang memburuk, Junko dan teman-teman dibangunkan oleh longsoran salju.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X