Meski Ada Rintangan, Trump Terus Maju Wujudkan "Space Force"

Kompas.com - 20/02/2019, 10:01 WIB
Presiden AS Donald Trump sedang menelepon.AFP / NICHOLAS KAMM Presiden AS Donald Trump sedang menelepon.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump makin mendorong kemajuan rencananya untuk meluncurkan "Angkatan Luar Angkasa" sebagai cabang baru militer.

Pada Selasa (19/2/2019), Trump menandatangani sebuah perintah arahan untuk mewujudkan visinya tersebut.

Diwartakan kantor berita AFP, Trump mengaku ingin menciptakan kekuatan ruang angkasa untuk melindungi satelit, mengatasi kerentanan di ruang angkasa, dan menegaskan dominasi AS di orbit.

Baca juga: Pembentukan Space Force ala Trump Butuh Biaya Rp 192 Triliun

"Kita harus siap," katanya usai menandatangani perintah arahan pembentukan Space Force.

Pemerintahan saya telah menjadikan pasukan antariksa sebagai bagian dari keamanan nasional," imbuhnya.

Space Force akan menjadi cabang keenam dari militer bersama dengan Angkatan Laut, Korps Marinir, Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Penjaga Pantai.

Perintah yang ditandatangani Trump itu merupakan bentuk permintaan untuk Kongres guna menyusun UU yang akan menetapkan Angkatan Luar Angkasa sebagai cabang di bawah Angkatan Udara.

Hal tersebut mirip dengan Korps Marinir yang merupakan bagian dari Angkatan Laut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Charlie Summers mengatakan, Pentagon akan mengajukan proposal legislatif dalam beberapa pekan mendatang.

"Trump memposisikan AS untuk bersaing, menghalangi, dan menang dalam lingkungan multi-domain yang kompleks dengan munculnya kompetisi oleh kekuatan besar," ucapnya.

Namun, pembentukan Angkatan Luar Angkasa tetap harus ditinjau dan disetujui oleh Kongres, meski sebagian skeptis dan waspada terhadap biaya serta birokrasi yang akan bertambah.

Pasukan antariksa akan memainkan perang penting, dengan melibatkan banyak teknologi militer yang bergantung pada jaringan sensor dan satelit.

Baca juga: AS Bentuk Pasukan Luar Angkasa untuk Tangkal Rusia dan China

Seperti diketahui, Pentagon telah memperingatkan negara seperti Rusia dan China sedang membangun kemampuan anti-satelit.

Pensiunan profesor di George Washington University, John Logsdon, mengatakan China dan Rusia berpotensi menjadi saingan utama AS di ruang angkasa.

"China telah mengembangkan kemampuan untuk menyerang pasukan kami guna mempertahankan diri," tuturnya, seperti dikutip dari NPR.


Terkini Lainnya


Close Ads X