CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro merilis pesan dalam sebuah video yang ditujukan khusus kepada rakyat Amerika Serikat.
Diwartakan Newsweek, Rabu (30/1/2019), pria berusia 56 tahun itu mendorong penduduk "Negeri Paman Sam" untuk mencegah Presiden AS Donald Trump memulai perang di Amerika Latin.
Dia memperingatkan agar warga AS tidak mempercayai laporan media yang dianggapnya kerap memberitakan dirinya secara keliru.
Baca juga: Maduro: Trump Perintahkan Kolombia dan Mafia untuk Membunuh Saya
"Kampanye telah dipersiapkan untuk menggelar kudeta di Venezuela," katanya.
Dia menuding kudeta telah disusun, dibiayai, dan didukung secara aktif oleh pemerintahan Trump.
Seperti diketahui, Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara untuk menekan Maduro agar turun dari kursi kepresidenan.
Maduro menilai tindakan AS bisa saja menyebabkan konfrontrasi militer seperti yang pernah berlangsung di Irak, Libya, dan Vietnam.
"Rakyat AS, saya minta dukungan Anda untuk menolak intervensi pemerintahan Donald Trump yang bermaksud untuk membuat negara saya menjadi 'perang Vietnam' di Amerika Latin," kicaunya di Twitter, dengan menyematkan tautan video yang diunggah di Facebook.
People from #USA, I ask for your support in order to reject the interference of Donald Trump's administration which intends to turn my Homeland into a "Vietnam war" in Latin America. Don't allow it! ?? https://t.co/yAjYuvCbpP
— Nicolás Maduro (@NicolasMaduro) 30 Januari 2019
"Jika AS bermaksud untuk menginvasi kami, mereka akan menghadapi perang Vietnam lebih buruk ketimbang yang mereka bayangkan. Jangan biarkan kekerasan terjadi," ucapnya dalam video itu.
Maduro merujuk pada Perang Vietnam yang menewaskan 58.000 tentara AS dan menyebabkan kematian bagi 4 juta warga Vietnam. Perang ini berlangsung antara 1957-1975.
Baca juga: Maduro Siap Duduk Semeja dan Bernegosiasi dengan Oposisi Venezuela
"Di negara kami, ada cadangan minyak terbesar di dunia dan pemimpin AS ingin ikut campur, seperti yang mereka lakukan di Libya dan Irak," imbuhnya.
Krisis politik di Venezuela telah memecah belah komunitas internasional. Sejauh ini, dia mendapat dukungan dari Bolivia, Kuba, El Salvador, Rusia, China, Palestina, Suriah, Turki, dan sebagainya.
Sementara Guaido menuai dukungan dari hampir seluruh negara Amerika Latin lainnya, AS, Australia, Kanada, Israel, Kosovo, dan Inggris.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.