Maduro kepada Warga AS: Jangan Biarkan Trump Memulai Perang dengan Negara Saya

Kompas.com - 31/01/2019, 08:31 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro merilis pesan dalam sebuah video yang ditujukan khusus kepada rakyat Amerika Serikat.

Diwartakan Newsweek, Rabu (30/1/2019), pria berusia 56 tahun itu mendorong penduduk "Negeri Paman Sam" untuk mencegah Presiden AS Donald Trump memulai perang di Amerika Latin.

Dia memperingatkan agar warga AS tidak mempercayai laporan media yang dianggapnya kerap memberitakan dirinya secara keliru.

Baca juga: Maduro: Trump Perintahkan Kolombia dan Mafia untuk Membunuh Saya


"Kampanye telah dipersiapkan untuk menggelar kudeta di Venezuela," katanya.

Dia menuding kudeta telah disusun, dibiayai, dan didukung secara aktif oleh pemerintahan Trump.

Seperti diketahui, Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara untuk menekan Maduro agar turun dari kursi kepresidenan.

Maduro menilai tindakan AS bisa saja menyebabkan konfrontrasi militer seperti yang pernah berlangsung di Irak, Libya, dan Vietnam.

"Rakyat AS, saya minta dukungan Anda untuk menolak intervensi pemerintahan Donald Trump yang bermaksud untuk membuat negara saya menjadi ' perang Vietnam' di Amerika Latin," kicaunya di Twitter, dengan menyematkan tautan video yang diunggah di Facebook.

"Jika AS bermaksud untuk menginvasi kami, mereka akan menghadapi perang Vietnam lebih buruk ketimbang yang mereka bayangkan. Jangan biarkan kekerasan terjadi," ucapnya dalam video itu.

Maduro merujuk pada Perang Vietnam yang menewaskan 58.000 tentara AS dan menyebabkan kematian bagi 4 juta warga Vietnam. Perang ini berlangsung antara 1957-1975.

Baca juga: Maduro Siap Duduk Semeja dan Bernegosiasi dengan Oposisi Venezuela

"Di negara kami, ada cadangan minyak terbesar di dunia dan pemimpin AS ingin ikut campur, seperti yang mereka lakukan di Libya dan Irak," imbuhnya.

Krisis politik di Venezuela telah memecah belah komunitas internasional. Sejauh ini, dia mendapat dukungan dari Bolivia, Kuba, El Salvador, Rusia, China, Palestina, Suriah, Turki, dan sebagainya.

Sementara Guaido menuai dukungan dari hampir seluruh negara Amerika Latin lainnya, AS, Australia, Kanada, Israel, Kosovo, dan Inggris.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X