Maduro: Trump Perintahkan Kolombia dan Mafia untuk Membunuh Saya - Kompas.com

Maduro: Trump Perintahkan Kolombia dan Mafia untuk Membunuh Saya

Kompas.com - 30/01/2019, 22:16 WIB
Nicolas MaduroAFP Photo / Leo Ramirez Nicolas Maduro

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembunuhan terhadapnya.

Pernyataan tersebut dia lontarkan saat diwawancarai harian Rusia RIA Novosti, sebagaimana diwartakan Reuters Rabu (30/1/2019).

Baca juga: Maduro Siap Duduk Semeja dan Bernegosiasi dengan Oposisi Venezuela

Menghadapi tantangan terbesar selama enam tahun pemerintahannya, Maduro mengklaim militernya masih menyatakan kesetiaan kepadanya.

"Tidak diragukan lagi, Trump telah meminta pemerintah Kolombia dan mafia untuk membunuh saya," tuduh presiden berusia 56 tahun tersebut.

Meski kritikus menyebut Maduro tengah memainkan tuduhan lama, terdapat spekulasi rencana militer setelah sebuah catatan dibawa Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.

Dalam catatan di sebuah kertas kuning yang diabadikan jepretan kamera, terdapat tulisan "5.000 pasukan menuju Kolombia" yang ditulis Bolton.

"Jika sesuatu terjadi pada saya suatu hari nanti, Trump dan Presiden Kolombia Ivan Duque-lah yang bertanggung jawab," cetusnya.

Meski secara vokal menentang Maduro dengan menyebutnya sebagai diktator, baik Washington maupun Bogota membantah merencanakan plot pembunuhan kepadanya.

Dikutip oleh Russian Today, Maduro menyatakan dia sebenarnya sudah berulang kali berusaha untuk menghubungi Trump secara pribadi.

"Selama beberapa tahun ini, saya mencoba membangun dialog. Namun Bolton mencegah Trump. Saya punya informasi yang tidak ingin diketahui Trump," katanya.

Meski begitu, Maduro mengklaim dia merasa tenang karena mempunyai dinas intelijen yang bagus, dan dilindungi rakyat Venezuela.

Pemerintahan Maduro saat ini menghadapi tantangan setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklaraiskan diri sebagai presiden sementara.

Deklarasi itu mendapat dukungan dari AS, negara Barat seperti Australia dan Kanada, serta negara Amerika Latin seperti Brasil.

Baca juga: Trump Pertimbangkan Opsi Militer ke Venezuela untuk Gulingkan Maduro


Terkini Lainnya

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Regional
Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Nasional
Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Regional

Close Ads X