Kompas.com - 25/01/2019, 10:38 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan proposal untuk mengakhiri masa penutupan pemerintahan (shutdown).

Presiden 72 tahun itu menyatakan, proposal yang mengemuka saat ini adalah uang muka (down payment atau DP) untuk membangun tembok perbatasan di Meksiko.

"Idenya adalah mereka bakal membuka dan membayarkan sejumlah besar DP untuk tembok. Saya pikir rakyat bakal setuju," ujar Trump dikutip CNN Jumat (25/1/2019).

Baca juga: INFOGRAFIK: Fakta Mengenai Shutdown Pemerintahan Amerika Serikat..

Pernyataan Trump itu muncul setelah Senat AS menolak dua proposal yang dibuat baik Partai Republik dan Demokrat untuk mengakhiri shutdown.

Senat pertama menolak rencana yang diajukan Republik untuk membuka pemerintahan hingga September, dan memberi Trump dana 5,7 miliar dollar AS (Rp 80.6 triliun) untuk membangun tembok.

Proposal itu ditolak dengan perbandingan suara 51-47. Selisih sembilan dari 60 suara yang diperlukan untuk mendapat pengesahan.

Proposal kedua diajukan Demokrat di mana mereka mengusulkan shutdown setidaknya berakhir hingga 8 Februari, namun tak memberi dana tembok.

Usulan Demokrat itu mendapat penolakan 52-44 beberapa menit kemudian. Dua petinggi Senat Mitch McConnell dan Chuck Schumer menggelar pertemuan.

McConnell yang merupakan Pemimpin Mayoritas Senat dan Schumer sebagai pimpinan minoritas menggelar pertemuan untuk mencari solusi mengakhiri shutdown.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders merilis pernyataan bahwa pemerintah siap mendukung langkah pendanaan sementara selama tiga minggu.

"Pemerintah siap membuka kembali layanannya hanya jika proposal itu memasukkan poin pemberian DP dalam jumlah besar," ujar Sanders.

Adapun Trump menuturkan dia bakal mendukung apapun solusi yang diberikan McConnell dan Schumer. "Sepanjang itu kesepakatan yang masuk akal, ya," tegasnya.

Shutdown dimulai pada 22 Desember ketika Trump menolak menandatangani sebagian pengeluaran negara karena tak mencantumkan pendanaan bagi pembangunan tembok perbatasan.

Presiden ke-45 AS itu berulang kali menegaskan tembok dibutuhkan untuk menangkal masuknya migran ilegal yang berpotensi membawa kejahatan serta narkoba.

Shutdown yang memegang rekor terlama dalam sejarah AS itu berdampak kepada 800.000 pegawai negeri, di mana mereka terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa dibayar.

Baca juga: Trump Sepakat Tunda Pidato Kenegaraan hingga Shutdown Berakhir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.