"Shutdown" Memasuki Pekan Ketiga, Trump: Tidak Banyak Kemajuan - Kompas.com

"Shutdown" Memasuki Pekan Ketiga, Trump: Tidak Banyak Kemajuan

Kompas.com - 06/01/2019, 16:07 WIB
Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt) Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Penutupan sebagian sebagian layanan pemerintah federal di Amerika Serikat atau dikenal dengan " shutdown" telah memasuki pekan ketiga.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump melaporkan pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri shutdown hanya membuat sedikit kemajuan.

Diwartakan AFP, Minggu (6/1/2018), Wakil Presiden AS Mike Pence pada Sabtu menemui senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat di Senat dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Baca juga: 12 Hari Pemerintah AS Shutdown, Ini Dampak yang Dirasakan Warga...


"Wapres Mike Pence dan tim baru saja meninggalkan Gedung Putih. Memberi penjelasan kepada saya tentang pertemuan mereka dengan Schumer/Pelosi," kicau Trump di Twitter.

"Tidak banyak kemajuan yang dicapai hari ini. Pertemuan kedua akan digelar besok," imbuhnya.

Trump juga mengunggah sebuah meme yang menunjukkan foto dirinya dengan tulisan "The Wall is Coming".

Kicauan tersebut kemudian dibalas Schumer di Twitter.

"Sudah cukup dengan meme.  Berhentilah menyakiti orang tidak bersalah dan bukalah kembali pemerintahan," cuitnya.

Seperti diketahui, kebuntuan menyelimuti anggota parlemen AS atas permintaan Trump membangun tembok perbatasan dengan Meksiko yang bernilai miliaran dollar.

Trump ingin membangun tembok sepanjang 3.200 km di perbatasan AS-Meksiko. Kebijakan itu selama ini diserukan Trump selama kampanye pemilu presiden 2016.

Pria berusia 72 tahun ini menyamakan para migran yang menyerbu AS bisa menimbulkan kejahatan, narkoba, dan geng atau kelompok kriminal.

"Yang sedang kita bicarakan adalah mengenai keamanan nasional," ucapnya, Jumat lalu.

Shutdown dilaporkan telah menutup 25 persen layanan pemerintah sejak berlangsung pada 22 Desember 2018.

Baca juga: Trump Peringatkan Shutdown AS Bisa Berlangsung Lama

Militer AS dan sejumlah instansi pemerintah masih bisa beroperasi karena masih memiliki dana penuh, sementara 800.000 pekerja pemerintah lainnya harus cuti atau bekerja tanpa upah.

Mereka yang bekerja dan tidak dibayar termasuk petugas keamanan penerbangan dari Badan Keamanan Transportasi, agen FBI, dan sebagainya.

Shutdown juga membuat museum Smithsonian tutup, sampah menumpuk di taman nasional, dan pekerja khawatir tentang membayar tagihan mereka.


Terkini Lainnya

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan
Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Regional

Close Ads X