12 Hari Pemerintah AS "Shutdown", Ini Dampak yang Dirasakan Warga... - Kompas.com

12 Hari Pemerintah AS "Shutdown", Ini Dampak yang Dirasakan Warga...

Kompas.com - 03/01/2019, 14:53 WIB
Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt) Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump gagal untuk menuntaskan kesepakatan guna mengakhiri " shutdown" atau penutupan sebagian layanan pemerintah federal.

Seperti diketahui, shutdown terjadi karena Trump bersikeras untuk meminta anggaran miliaran dollar AS untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Shutdown dimulai pada 22 Desember 2018, dan kini telah memasuki hari ke-12. Sebagian warganet membagikan kisah mereka menghadapi shutdown ini dengan memopulerkan tagar #ShutdownStories di Twitter.

Baca juga: Trump Peringatkan Shutdown AS Bisa Berlangsung Lama


Lalu, apa saja dampak dari shutdown yang membuat kekhawatiran warga AS?

Gaji tidak dibayar

BBC melaporkan, shutdown sebagian berarti sekitar 25 persen tidak ada uang yang bergerak di pemerintahan federal. Padahal, karyawan utama harus terus bekerja dan tanpa digaji.

Sembilan kementerian yang terdampak shutdown ini termasuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Kementerian Kehakiman, Kementerian Perumahan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Meski demikian, shutdown tidak memengaruhi layanan pemerintahan lainnya, termasuk Kementerian Pertahanan dan Kantor Pos karena memiliki pendanaan yang terjamin.

VOA mencatat, 800.000 karyawan dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Transportasi serta lainnya harus cuti atau bekerja tanpa bayaran.

Museum tutup

Museum Smithsonian dan National Zoo juga berhenti melayani pengunjung karena shutdown.

"Museum ditutup karena penutupan pemerintah federal. Pemegang tiket masuk akan memperoleh e-mail instruksi jadwal ulang kunjungan mereka," demikian tulis manajemen museum.

Baca juga: Trump Undang Pimpinan Kongres AS untuk Bertemu Bahas Shutdown

Juru bicara Smithsonian Linda St Thomas mengatakan, sekitar 1,2 juta pengunjung akan dialihkan jika shutdown terus berlangsung selama Januari.

Sampah menumpuk

The National park Service telah menangguhkan semua layanan non-darurat, termasuk layanan untuk pengunjung seperti toilet umum, sampah, pemeliharaan jalan, dan layanan pendukung lainnya.

Kini, sebanyak 21.000 karyawan harus cuti. Sementara taman-taman masih bisa diakses oleh masyarakat, namun kondisinya memburuk.

Yang paling nampak adalah tumpukan sampah yang berada di taman, seperti di sekitar National Mall dan Gedung Putih.

Pernikahan tidak sah

Shutdown terjadi ketika beberapa pasangan memutuskan untuk menggelar pernikahan pada akhir Desember di Washington DC.

Salah satu pesangan menyatakan, pernikahan mereka tetap tidak sah karena staf biro pernikahan di ibu kota cuti.

Diskon di Washington DC

Pemerintah daerah di Washington DC masih beroperasi. Mereka mengumumkan kepada turis bahwa instansi bisnis dan restoran masih buka.

Baca juga: AS Sedang Shutdown, Trump Pilih Tak Rayakan Tahun Baru

Banyak dari restoran dan toko lainnya menawarkan diskon kepada karyawan pemerintah untuk membantu meringankan pengeluaran selama berlangsungnya shutdown.

Chef terkenal, Jose Andres, bahkan memberikan roti isi gratis bagi karyawan pemerintah dan keluarga mereka di restoran miliknya di area Washington DC.


Terkini Lainnya

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Megapolitan
Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Internasional
Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Megapolitan
Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional

Close Ads X