Kompas.com - 05/01/2019, 07:31 WIB

KOMPAS.com - Selamat berakhir pekan di minggu pertama tahun 2019! Bagaimana minggu pertama Anda di tahun yang baru?

Menemani libur akhir pekan pertama di tahun ini, tidak ada salahnya kembali menyimak rangkaian peristiwa apa saja yang terjadi di dunia selama minggu pertama di 2019.

Akhir tahun 2018 ditutup dengan peristiwa pemilihan umum di Bangladesh yang sempat diwarnai kericuhan.

Selain itu ada pidato awal tahun sejumlah pemimpin dunia, termasuk Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang juga mengirimkan surat kepada Presiden AS, Donald Trump.

Berikut ini, ringkasan sejumlah peristiwa dunia yang terjadi pada Minggu (30/1/2018) hingga Jumat (4/1/2019).

1. Pemilu Bangladesh Diwarnai Kericuhan

Pemerintah Bangladesh telah melangsungkan pemilihan umum pada Minggu (30/12/2018), dan seperti yang sempat dikhawatirkan, agenda tersebut diwarnai dengan kericuhan.

Meski pemerintah Bangladesh telah memberlakukan pengamanan ketat, bahkan mematikan jaringan internet, aksi massa tetap terjadi.

Bentrokan pun terjadi antara massa Partai Liga Awami yang berkuasa dengan pendukung oposisi dari Partai Nasional Bangladesh (BNP).

Baca juga: Menang Pemilu Bangladesh Tiga Kali Berturut-turut, Siapa Sheikh Hasina?

Lima orang dilaporkan tewas dalam bentrokan. Menjadikan korban total sejak jadwal pemilu diumumkan pada 8 November lalu menjadi sembilan orang.

Pemilu itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh calon petahana, Sheikh Hasina.

Ingin tahu kabar selengkapnya tentang pemilu di Bangladesh? Silakan klik tautan ini.

2. Pidato Awal Tahun Kim Jong Un dan Surat untuk Trump

Para pemimpin dunia biasanya rutin menyampaikan pidato kenegaraan pada awal tahun baru.

Kompas.com pun telah mengabarkan sejumlah di antaranya, mulai dari pidato Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Kaisar Jepang Akihito.

Salah satu yang menarik adalah pidato Tahun Baru dari Kim Jong Un, yang kembali memberi peringatan kepada AS akan membatalkan denuklirisasi dan kembali melanjutkan program senjata nuklir.

Namun demikian, Kim dikabarkan juga telah mengirim surat kepada Trump, yang menyatakan ingin kembali bertemu di 2019.

Trump juga mengumumkan dan menyebut telah menerima surat yang menakjubkan dari Ketua Kim.

Apa isi surat Kim kepada Trump? Informasi selengkapnya bisa Anda baca di sini.

Baca juga: Trump: Saya Mendapat Surat Menakjubkan dari Kim Jong Un

3. Netflix Cabut Episode Komedi yang Sindir Kasus Khashoggi

Layanan tayangan berbayar, Netflix, resmi mencabut sebuah episode acara komedi yang menyinggung soal kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pencabutan itu dilakukan setelah mendapat keluhan dari pejabat Arab Saudi karena dianggap telah melanggar hukum kejahatan siber di negara itu.

Banyak yang kemudian menyayangkan keputusan pencabutan itu karena dianggap mengekang kebebasan berekspresi.

Informasi selengkapnya bisa Anda simak di sini.

4. Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Khashoggi Digelar Pengadilan Saudi

Proses persidangan untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi telah resmi dimulai dengan sidang pembuka yang digelar di Pengadilan Tinggi di Riyadh, pada Kamis (3/1/2019).

Sidang tersebut dihadiri 11 terdakwa dengan didampingi pengacara mereka.

Kendati para terdakwa telah dihadirkan dalam sidang pembuka, pihak pengadilan belum merilis nama-nama mereka.

Diduga di antara tersangka terdapat lima pejabat tinggi Arab Saudi, termasuk mantan penasihat pengadilan Saud al-Qahtani.

Apa saja yang terjadi dalam persidangan tersebut? Kabar selengkapnya bisa Anda baca di tautan ini.

Baca juga: Pelaku Memutilasi Jenazah Jamal Khashoggi dalam Waktu 30 Menit

5. Ratusan Pelajar Indonesia Diisukan Jalani Kerja Paksa di Taiwan

Kabar mengejutkan datang dari Taiwan, setelah salah seorang politisi dari Partai Kuomintang, bernama Ko Chih-en, mengatakan adanya ratusan pelajar asal Indonesia yang menjalani kerja paksa di sebuah pabrik di Taiwan.

Kabar itu sontak membuat pemerintah Indonesia terkejut dan menuntut penjelasan dari Taipei. Sementara pemerintah Indonesia memutuskan menangguhkan pengiriman pelajarnya ke negara itu.

Bagaimana perkembangan isu dugaan kerja paksa pelajar Indonesia di Taiwan? Silakan Anda baca di sini.

Baca juga: Ratusan Pelajar Indonesia Diduga Jalani Kerja Paksa di Pabrik Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.