Kompas.com - 03/01/2019, 19:41 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Proses persidangan untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi telah resmi dimulai dengan sidang pembuka yang digelar di Pengadilan Tinggi di Riyadh, pada Kamis (3/1/2019).

Sebanyak 11 terdakwa hadir dengan didampingi pengacara mereka. Demikian dikutip kantor berita pemerintah Saudi Press Agency (SPA) berdasarkan pernyataan jaksa agung Arab Saudi.

Kendati para terdakwa telah dihadirkan dalam sidang pembuka, pihak pengadilan belum merilis nama-nama mereka.

Lima pejabat tinggi Arab Saudi, termasuk mantan penasihat pengadilan Saud al-Qahtani, disebut berada di antara para tersangka yang ditahan atas kasus pembunuhan Khashoggi. Tetapi belum ada bukti kebenaran dugaan tersebut.

Baca juga: Kaleidoskop 2018: Ajal Khashoggi Pengaruhi Kebijakan Saudi

Sementara dilansir AFP, Jaksa Agung Arab Saudi telah mengajukan hukuman mati bagi lima dari 11 terdakwa. Tidak diungkapkan tuntutan hukuman bagi enam tersangka lainnya.

Jaksa Agung menambahkan, otoritas Arab Saudi telah dua kali mengajukan permintaan resmi untuk bukti-bukti yang dimiliki pemerintah Turki berkaitan dengan kasus pembunuhan Khashoggi, meski demikian belum ada tanggapan dari Ankara.

Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, diduga kuat telah dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 lalu. Dia disebut dibunuh dalam sebuah "operasi jahat".

Khashoggi yang dikenal sebagai pengkritik kebijakan kerajaan Saudi diduga telah dicekik dan tubuhnya dimutilasi oleh tim beranggotakan 15 orang warga Arab Saudi yang dikirim ke Istanbul pada hari terjadinya pembunuhan.

Tim penyelidik telah mencoba mencari bukti-bukti seputar pembunuhan jurnalis berusia 59 tahun itu, termasuk di kantor konsulat dan kediaman konsul Saudi di Istanbul.

Salah satu misteri terbesar dalam kasus ini adalah keberadaan jenazah korban, yang disebut dalam sebuah laporan media Turki, telah dihilangkan dengan cara dilarutkan dalam larutan asam.

Sementara itu, pihak Ankara telah berulang kali menyampaikan permintaan kepada Riyadh untuk mengekstradisi para tersangka pembunuhan Khashoggi agar dapat diadili di Turki.

Pemerintah Turki juga telah mendorong agar kasus ini diselidiki oleh pengadilan internasional demi memperoleh hasil penyelidikan yang transparan.

Baca juga: Turki Kecewa Saudi Tak Serahkan Pelaku Pembunuhan Khashoggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.