Diretas, Data Pribadi Ratusan Pembelot Korea Utara Bocor

Kompas.com - 28/12/2018, 17:59 WIB
Kelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea. AFP / JUNG YEON-JEKelompok aktivis dan pembelot Korea Utara menerbangkan balon udara yang membawa selebaran anti-Pyongyang di kota Paju pada 2016 lalu. Tindakan serupa telah dilarang setelah pertemuan antar-Korea.

SEOUL, KOMPAS.com - Rincian data pribadi milik hampir 1.000 pembelot Korea Utara yang tinggal di Korea Selatan bocor akibat aksi peretasan.

Hal tersebut menyebabkan para pembelot tersebut berada dalam potensi ancaman dari Korea Utara. Demikian disampaikan pejabat dari Kementerian Unifikasi Korsel, Jumat (28/12/2018).

Insiden kebocoran data ini disebut sebagai yang pertama kalinya terjadi. Data yang bocor termasuk nama dan alamat pembelot yang dicuri dalam skala besar.

Dilansir dari AFP, kebocoran data tersebut berasal dari sebuah komputer pribadi di Hana Center di Provinsi Gyeongsang Utara.

Baca juga: Pembelot Korut: 80 Persen Generasi Saya Tak Setia pada Kim Jong Un

Hana Center adalah lembaga yang bertugas untuk membantu para pembelot Korea Utara agar dapat menetap di Korea Selatan dan membiasakan diri dengan kehidupan barunya yang di tengah masyarakat kapitalis.

Diduga data pribadi rahasia itu bocor setelah salah seorang staf di Hana Center membuka pesan email berisi kode berbahaya dan menginfeksi komputer milik organisasi.

Terdapat hingga 25 pusat organisasi bantuan seperti Hana Center yang tersebar di seluruh Korea Selatan dan bertugas memberi dukungan bagi sekitar 30.000 pembelot Korea Utara yang tinggal di negara itu.

Pasca-terjadinya kebocoran, pihak berwenang telah melakukan inspeksi darurat terhadap seluruh komputer di Hana Center untuk memastikan tidak ada kebocoran lain yang terjadi.

"Kami meminta maaf kepada para penyeberang dari Utara. Kami akan melakukan upaya maksimal untuk melindungi informasi pribadi mereka dan mencegah insiden serupa terulang kembali," kata Kementerian Unifikasi dalam sebuah pernyataan.

Korea Utara melalui media pemerintah masih aktif menyampaikan ancaman untuk membungkam para pembelot yang aktif terlibat dalam aksi anti-Pyongyang, seperti mengirimkan selebaran ke Korut menggunakan balon.

Baca juga: Sejak Kim Jong Un Berkuasa, Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X