Kompas.com - 21/12/2018, 20:49 WIB
Presiden Robert Mugabe mendengarkan istrinya Grace Mugabe saat kampanye partai berkuasa yang dipimpinnya ZANU-PF di Harare, Zimbabwe, Rabu (8/11/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/PHILIMON BULAWAYOPresiden Robert Mugabe mendengarkan istrinya Grace Mugabe saat kampanye partai berkuasa yang dipimpinnya ZANU-PF di Harare, Zimbabwe, Rabu (8/11/2017).

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe menegaskan bahwa mereka tidak akan mengekstradisi Grace Mugabe.

Permintaan ekstradisi disampaikan otoritas Afrika Selatan yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk istri mantan presiden Robert Mugabe, yang dituduh telah melakukan penyerangan terhadap seorang model pada 2017 lalu.

Mantan ibu negara Zimbabwe berusia 53 tahun itu dilaporkan telah menyerang Gabrielle Engels, menggunakan kabel listrik di sebuah hotel kelas atas di distrik Sandton, Johannesburg.

Namun Grace berkilah bahwa dia hanya berusaha melindungi diri karena Engels yang lebih dulu menyerangnya di kamar yang ditempati dua putranya, Robert dan Chatunga.

"Kami tidak akan tersenyum pada sesuatu seperti itu, yang melecehkan, mempermalukan, memperlakukannya dengan buruk," kata Wakil Menteri Informasi Zimbabwe, Energy Mutodi kepada AFP, yang merujuk pada sosok Grace Mugabe.

Baca juga: Afrika Selatan Terbitkan Perintah Penangkapan Istri Mugabe

"Insiden itu terjadi saat dia masih menjadi ibu negara dan diberikan kekebalan diplomatik. Mereka tidak bisa kembali sekarang dan mengatakan ingin mengadilinya. Kami tidak akan mendukung ekstradisi," tambahnya.

Surat perintah penangkapan Grace Mugabe dikeluarkan pihak pengadilan tinggi Randburg di Provinsi Gauteng, pada 13 Desember lalu, dan menuntut Grace telah melakukan tindakan penyerangan yang menimbulkan luka berat.

Kepolisian Afrika Selatan mengatakan berharap untuk menangkap Grace, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Korban, Engels, yang kini berusia 21 tahun, dilaporkan mengalami luka pada dahi dan bagian belakang belakang kepalanya akibat insiden 2017 lalu.

Pada saat itu, pemerintah Afrika Selatan memberikan kekebalan diplomatik kepada Grace Mugabe sehingga memungkinkannya untuk dapat meninggalkan negara itu tanpa menghadapi tuntutan hukum.

Namun pengadilan membatalkan kekebalan untuk Grace pada bulan Juli lalu dengan menyebut keputusan oleh kementerian luar negeri tidak konsisten dengan konstitusi.

Baca juga: Berobat ke Singapura, Mugabe Dikabarkan Sudah Tak Mampu Berjalan



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X