Trump: Jika Saya Dimakzulkan, Rakyat Bakal Memberontak

Kompas.com - 12/12/2018, 09:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan upaya untuk melakukan pemakzulan (impeachment) kepada dirinya kecil terjadi.

Dalam wawancaranya dengan Reuters dikutip New York Post Selasa (11/12/2018), Trump yakin dia sudah memberikan hal besar bagi negara.

Baca juga: Trump: Jika Saya Dimakzulkan, Semua Orang Akan Miskin

"Sangat sulit tentunya melengserkan orang yang tidak melakukan kesalahan dan menciptakan ekonomi terhebat sepanjang sejarah Amerika," kata Trump di Ruang Oval.

"Saya tidak khawatir. Malah, saya kira rakyat bakal memberontak jika hal itu terjadi (pemakzulan)," terang presiden dari Partai Republik itu.

Trump juga mengomentari tuduhan tentang pembayaran terhadap dua orang perempuan oleh mantan pengacaranya Michael Cohen saat Pilpres 2016.

Kedua perempuan itu adalah mantan model Playboy Karen McDougal dan aktris porno Stormy Daniels yang mengaku berselingkuh dengannya.

Dalam dokumen persidangan, Cohen menyatakan pembayaran diperintahkan langsung oleh Trump dalam untuk membungkam pengakuan mereka.

Pembayaran itu oleh pengadilan dipertimbangkan sebagai kontribusi kampanya karena dilihat waktu dan bentuk kesepakatan yang dilakukan.

Trump bersikukuh pembayaran itu bukan merupakan kontribusi kampanye dan tidak melanggar undang-undang finansial kampanye AS.

"Dan jika memang itu demikian (kontribusi), penerimanya adalah sipil. Tentu tak ada yang dilanggar, Ok?" tegas Trump kembali.

Lebih lanjut, dia juga merespon pemeriksaan terhadap tim kampanyenya saat Pilpres 2016 berkaitan dengan dugaan intervensi Rusia.

Presiden ke-45 AS itu menyerang mantan lawan politiknya Hillary Clinton dan suami yang juga eks Presiden AS Bill Clinton.

"Keduanya mendapat dan melakukan pembayaran uang. Kenapa tak ada yang membahasnya? Segala yang Anda ucapkan adalah isu remeh," tutur Trump.

Baca juga: Trump Diisukan Akan Dimakzulkan, Bagaimana Prosesnya?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X