Bertemu Langsung dengan MBS, Erdogan Desak Saudi Ekstradisi Pembunuh Khashoggi

Kompas.com - 02/12/2018, 19:33 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018). AFP / ALEJANDRO PAGNIPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018).

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mendesak kepada pemerintah Arab Saudi agar mau mengekstradisi para tersangka pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Erdogan yang hadir di pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, untuk pertama kalinya menyampaikan kritikannya secara langsung kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Melansir dari AFP, Pemerintah Kerajaan Saudi telah mengumumkan menahan 21 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi dan berjanji akan menyelidiki hingga kasus tersebut, serta menghukum semua yang terlibat.

Baca juga: Erdogan Mungkin akan Bertemu MBS di Argentina Pekan Depan

Namun demikian, Erdogan tetap mengharap para tersangka dapat diadili di Istanbul, tempat terjadinya pembunuhan.

"Sangat penting bahwa orang-orang ini diadili di Turki, untuk menghilangkan setiap keraguan yang mungkin muncul di komunitas internasional," kata Erdogan kepada wartawan di Buenos Aires.

"Siapa pun yang telah memerintahkan dan melaksanakan kejahatan kejam ini harus segera ditemukan. Kecuali seluruh pelakunya diketahui, seluruh dunia dan komunitas Islam tidak akan puas," tambahnya.

Erdogan mengatakan, Saudi telah menolak untuk membantu jaksa Turki dengan informasi tentang keberadaan tubuh Khashoggi maupun identitas komplotan yang telah membantu para pelaku pembunuhan yang berkunjung ke Istanbul.

Sebaliknya, Ankara yang mengklaim memiliki bukti dokumentasi detik-detik terakhir menjelang terbunuhnya Khashoggi, telah membagikan rekaman tersebut kepada semua negara yang memintanya, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Erdogan menambahkan, selama pertemuan puncak G20, hanya satu pemimpin negara yang menyuarakan kasus pembunuhan Khashoggi, yakni Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Erdogan mengatakan, dia sendiri tidak mengungkit kasus itu hingga menjelang berakhirnya sesi pertemuan.

Sementara Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Theresa May mengaku membahas masalah Khashoggi dalam pertemuan empat mata mereka dengan MBS, julukan putra mahkota Saudi.

Baca juga: Lagi, Detil Mutilasi Jenazah Jamal Khashoggi Muncul di Media Turki



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X