Rencana Perdamaian Israel-Palestina Versi Trump Dinilai Buang Waktu

Kompas.com - 21/11/2018, 20:14 WIB
Presiden AS Donald Trump sedang menelepon. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden AS Donald Trump sedang menelepon.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Rencana perdamaian Israel- Palestina yang disiapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai hanya buang-buang waktu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked pada Rabu (21/11/2018), seperti dikutip dari Haaretz.

Berbicara di depan ratusan duta besar dan hadirin dalam Konferensi Diplomat yang diselenggarakan Jerusalem Post di Yerusalem. Shaked menyebut, perbedaan antara Israel dan Palestina terlalu besar.

Baca juga: PM Israel Peringatkan Bahaya akan Perhelatan Pemilu Dini

"Saya ingin perdamaian seperti orang lain," katanya.

"Tapi saya tidak yakin dengan kesepakatan yang dicapai. Saya akan bilang Trump, 'Jangan buang waktu Anda'," imbuhnya.

AFP mewartakan, Shaked merupakan bagian dari partai sayap kanan Habayit Hayehudi, anggota kunci koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dia dan anggota partainya secara terbuka menentang solusi dua negara untuk mengatasi konflik Israel-Palestina.

Perempuan itu bahkan menyebut perdana menteri membutuhkan menteri pertahanan yang kuat untuk berada di sisinya.

"Sayangnya, dia berpikir sebaliknya. Kita merupakan negara yang kuat dan Hamas hanya organisasi teror, tapi beberapa tahun terakhir kita kehilangan pencegahan," ucap Shaked.

Seperti diketahui, otoritas Palestina sudah memblokir rencana perdamaian versi Trump.

Palestina juga memutuskan hubungan dengan pemerintah AS usai negara tersebut memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Baca juga: Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Sementara Trump memangkas bantuan senilai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Dalam konferensi sebelumnya, Menteri Urusan Strategis Israel Gilad Erdan mengatakan negaranya semakin dekat untuk mengendalikan sebagian atau seluruh Gaza,

"Bergerak dari pertahanan untuk menyerang Hamas berarti pembunuhan yang ditargetkan terhadap para pemimpin teror di sayap militer Hamas," katanya,



Sumber AFP,Haaretz
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X