Negosiasi Dikabarkan Buntu, Korut Mulai Marah kepada AS - Kompas.com

Negosiasi Dikabarkan Buntu, Korut Mulai Marah kepada AS

Kompas.com - 08/11/2018, 13:49 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIM Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Hubungan Amerika Serikat ( AS) dan Korea Utara ( Korut) dikabarkan mulai memanas karena Korut marah.

Sumber dari pejabat militer maupun diplomat asing menuturkan, tensi dua negara memanas buntut pembicaraan mereka yang mengalami kebuntuan.

Dilaporkan CNN pada Kamis (8/11/2018), buntunya perundingan Korut dan AS disebabkan mereka masih menunggu siapa yang bakal membuat konsesi terlebih dahulu.

Baca juga: Korut Ancam Lanjutkan Program Senjata Nuklirnya jika Sanksi Ekonomi Tak Dicabut

Korut dilaporkan marah setelah Washington menolak untuk mengangkat sanksi, ditambah dengan friksi personal antara juru runding kedua negara.

Mantan pejabat Central Intelligence Agency (Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat/CIA) Bruce Klingner menyebut ancaman Korut bakal kembali membangun pasukan nuklirnya jika AS tak mencabut sanksi.

Korut juga belum menggelar pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Korut Stephen Biegun karena kedua negara belum sepakat dengan istilah dasar seperti "denuklirisasi".

Sementara pejabat Washington berujar Korut kesal karena AS tak kunjung memberikan penawaran seperti pengurangan sanksi.

"Sikap Korut adalah AS harus membuat gerakan sebelum mereka juga memberikan respons lain," kata pejabat anonim tersebut.

Media Korut KCNA dalam ulasannya pada 2 November menyatakan bahwa Pyongyang sudah memberikan iktikad baik dengan melaksanakan perubahan.

"Namun, kami tidak menerima respons seperti yang dibutuhkan. Kami tidak akan bergerak meskipun 1 milimeter sebelum mereka memberi respons," ulas KCNA.

Sejumlah pakar menyatakan, segala klaim Korut bahwa mereka telah memulai proses pelucutan senjata nuklirnya tak lebih dari "bermanis-manis mulut".

Rezim Kim Jong Un menyatakan telah menutup fasilitas uji coba mesin rudal dan menjanjikan bakal menutup fasilitas nuklir Yongbyon.

Pejabat AS lain mengemukakan, terdapat prinsip "kami bakal memberikan sedikit jika kalian juga melakukan hal yang sama" terkait proses denuklirisasi.

"Karena itu sikap Presiden ( Donald Trump) jelas. Dia bersikeras untuk mempertahankan tekanan maksimal hingga denuklirisasi penuh dilakukan," katanya.

Sementara itu, Trump mengatakan sangat senang dengan perkembangan negosiasi dengan Pyongyang, dan menegaskan pemerintahannya tak terburu-buru ingin Korut melakukan denuklirisasi.

"Sementara sanksi masih berada di tempatnya, tidak ada lagi kabar uji coba rudal maupun nuklir. Bahkan tawanan mulai dibebaskan," klaim Trump.

Baca juga: Kisahkan Pelecehan Seksual, Pembelot Wanita Korut: Kami seperti Mainan


Terkini Lainnya

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Regional
MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

Megapolitan
Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Regional
Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Regional
Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk 'Video Game'

Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk "Video Game"

Internasional
Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Regional
Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku 'Paradoks Indonesia' Versi Braile

Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku "Paradoks Indonesia" Versi Braile

Nasional
'Ngamuk' dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

"Ngamuk" dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

Internasional
Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Nasional
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Internasional
Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Nasional
Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Megapolitan
PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

Nasional
Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Internasional
Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus 'Vlog Idiot'

Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus "Vlog Idiot"

Regional

Close Ads X