Kompas.com - 21/10/2018, 07:17 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Aksi kekerasan dan ledakan turut mewarnai pelaksanaan pemungutan suara pemilihan legislatif di Afghanistan, Sabtu (20/10/2018).

Meski dibayang-bayangi ancaman serangan oleh Taliban, banyak warga Afghanistan tetap hadir dan mengantre di lokasi pemungutan suara.

Di sejumlah tempat, warga bahkan datang berjam-jam sebelum lokasi pemungutan suara dibuka karena berbagai kendala, termasuk kekhawatiran akan adanya serangan.

Melansir dari AFP, menurut data awal dari Komisi Pemilihan Independen (IEC) Afghanistan, sekitar tiga juta warga telah datang di 4.500 lokasi pemungutan suara untuk berpartisipasi dalam pemilihan yang telah tertunda selama tiga tahun.

Baca juga: Taliban Ancam Bakal Serang Ajang Pemilihan Parlemen di Afghanistan

Jumlah itu sekitar sepertiga dari total sembilan juta pemilih yang terdaftar, meski banyak yang menduga sebagian besar data tersebut didasarkan pada dokumen palsu.

Menurut IEC, kendala di lapangan mulai dari masalah teknis menyangkut perangkat verifikasi biometrik, daftar pemilih yang hilang, hingga kurangnya staf yang datang terlambat maupun takut akan adanya serangan.

Dikabarkan AFP, sejumlah serangan dan ledakan terjadi di berbagai lokasi selama pelaksanaan pemungutan suara.

Di Kabul, beberapa jam sebelum pemungutan suara ditutup, seorang pembom bunuh diri masuk ke lokasi pemungutan suara dan meledakkan dirinya.

Laporan polisi menyebut sedikitnya 15 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka akibat ledakan.

Aksi kekerasan juga terjadi di kota utara Kunduz, dengan tiga orang tewas dan 39 luka-luka akibat serangan lebih dari 20 roket yang menghujani kota tersebut.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.