Pascaserangan Taliban, Afghanistan Tunda Pemilu Legislatif di Kandahar

Kompas.com - 19/10/2018, 21:41 WIB
Petugas keamanan berjaga di pos keamanan di Kandahar. Pelaksanaan pemilu parlemen di provinsi itu ditunda menyusul terjadinya serangan yang menewaskan dua komandan tinggi Afghanistan. AFP / JAWED TANVEERPetugas keamanan berjaga di pos keamanan di Kandahar. Pelaksanaan pemilu parlemen di provinsi itu ditunda menyusul terjadinya serangan yang menewaskan dua komandan tinggi Afghanistan.

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan pada Jumat (19/10/2018) telah mengumumkan penundaan pelaksanaan pemilihan parlemen yang sedianya digelar Sabtu, 20 Oktober 2018.

Keputusan penundaan tersebut diambil menyusul serangan yang diklaim dilancarkan Taliban pada pertemuan tingkat tinggi keamanan Afghanistan dengan komandan AS dan NATO, pada Kamis (18/10/2018).

Dalam serangan tersebut dua komandan tinggi Afghanistan, yakni kepala polisi provinsi Kandahar, Jenderal Abdul Raziq dan kepala unit intelijen Afghanistan, serta seorang wartawan menjadi korban tewas.

Istana Kepresidenan mengatakan, keputusan untuk menunda agenda pemilihan dibuat atas pemintaan rakyat Kandahar dan sesuai dengan saran dari komisi pemilihan yang ditunjuk pemerintah.

Baca juga: Pertemuan Keamanan Tingkat Tinggi Afghanistan dengan AS Diserang

Juru bicara Presiden Ashraf Ghani dalam pernyataannya, menyusul pertemuan luar biasa Dewan Keamanan Nasional, mengatakan pemilu parlemen akan ditunda selama satu minggu.

"Komisi pemilihan independen akan mengumumkan tanggal baru," kata juru bicara dalam pernyataan yang dilansir AFP.

Persiapan pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilu legislatif di Kandahar, kota kelahiran Taliban, telah dikacaukan dengan serangan pria bersenjata dalam pertemuan pejabat Afghanistan dengan AS.

Komandan AS, Jenderal Scott Miller dapat lolos dari serangan dan keluar tanpa cedera. Namun tiga orang, yakni kepala polisi Kandahar, kepala unit intelijen dan wartawan Afghanistan tewas.

Sementara sekitar 13 orang lainnya luka-luka akibat serangan yang dilancarkan ke kantor gubernur Kandahar tersebut.

Pelaku penyerangan dapat dilumpuhkan dan terbunuh, sementara tiga orang tersangka telah ditahan, menurut kementerian dalam negeri Afghanistan.

Halaman:


Sumber AFP,Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X