Polisi Turki Sebut Jurnalis Arab Saudi yang Hilang Telah Dibunuh di Istanbul

Kompas.com - 07/10/2018, 10:10 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).AFP / OZAN KOSE Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

ISTANBUL, KOMPAS.com - Kepolisian Turki menyebut jurnalis Arab Saudi yang dilaporkan hilang sejak Selasa (2/10/2018), telah dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Kabar tersebut disampaikan salah seorang sumber yang juga adalah pejabat pemerintah Turki kepada AFP.

Menurutnya, hasil penyelidikan awal yang dilakukan polisi telah mengarah pada kesimpulan bahwa Jamal Khashoggi, jurnalis yang dikenal keras dalam mengkritik pemerintah Arab Saudi, telah dibunuh.

"Berdasarkan temuan awal mereka, polisi percaya bahwa wartawan itu telah dibunuh oleh tim yang secara khusus dikirim ke Istanbul dan pergi pada hari yang sama," kata pejabat yang tak ingin diungkapkan identitasnya kepada AFP, Sabtu (6/10/2018).

Baca juga: Jurnalis Arab Saudi Pengkritik Pemerintah Menghilang

Kesimpulan itu muncul setelah kepolisian Turki mengkonfirmasi bahwa ada sekitar 15 orang berkewarganegaraan Saudi, termasuk pejabat, yang tiba di Istanbul dalam dua penerbangan di hari Selasa dan berada di konsulat pada waktu yang sama dengan Jamal.

Jamal Khashoggi, seorang jurnalis penulis opini di harian The Washington Post, dilaporkan tidak terlihat lagi sejak memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

Jamal mendatangi kantor konsulat tersebut untuk mendapat dokumen kelengkapan resmi untuk persiapan pernikahannya dengan Hatice (36), seorang perempuan Turki.

Pemerintah Turki pada Sabtu (6/10/2018) juga mengumumkan telah membuka penyelidikan resmi terkait kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi itu.

Jamal yang juga mantan penasihat pemerintah yang kritis terhadap sejumlah kebijakan Pangeran Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan intervensi Riyadh dalam perang Yaman, telah mengasingkan diri ke AS untuk menghindari penangkapan.

Putra Mahkota Saudi, dalam wawancara dengan Bloomberg, telah membantah jika wartawan itu masih berada di gedung konsulat di Istanbul. Dia bahkan mempersilakan pemerintah Turki jika ingin mencarinya di dalam gedung.

"Kami siap menyambut pemerintah Turki untuk datang dan mencari di tempat kami," kata Mohammed bin Salman kala itu.

"Kami akan mempersilakan mereka untuk masuk dan mencari atau melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan.. Kami tidak memiliki apa pun untuk disembunyikan," tambahnya dalam wawancara yang dipublikasikan pada Jumat (5/10/018).

Kementerian Luar Negeri Turki juga telah memanggil duta besar Arab Saudi pada Rabu (3/10/2018), terkait kasus hilangnya Jamal Khashoggi.

Baca juga: Sedang Siaran Langsung, Jurnalis Ini Dilempar Telur dan Dipukul

.

.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X