Kompas.com - 27/09/2018, 22:20 WIB

KOMPAS.com - James Harold "Jimmy" Doolittle merupakan seorang pilot, teknisi pesawat, hingga ahli militer di Amerika Serikat (AS).

Dia terkenal karena menjadi komandan Penyerbuan Doolittle. Yakni serangan udara AS ke kepulauan utama Jepang saat Perang Dunia II.

Selain itu, Doolittle pernah di Komando AU Ke-12 Afrika Utara, Komando AU Ke-15 Mediterania, dan Komando Ke-8 Eropa.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari perwira yang dipromosikan sebagai jenderal setelah pensiun itu.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Jepang Menyerah dan Perang Dunia II Berakhir

1. Masa Kecil dan Pendidikan
Doolittle lahir di Alameda, California, pada 14 Desember 1896 dari pasangan Frank Henry Doolittle dan Rosa Cerenah Shephard.

Dia menghabiskan masa mudanya di Nome, Alaska, di mana dia mendapat reputasi sebagai petinju. Di 1910, dia bersekolah di Los Angeles.

Doolittle melihat pesawat untuk pertama kalinya ketika sekolahnya mengadakan kunjungan ke Pameran Angkasa Los Angeles 1910.

Pasca-lulus dari SMA Manual Arts, Doolittle berkuliah di Perguruan Tinggi Los Angeles City sebelum diterima di Universitas California di Berkeley.

Baca juga: Pesawat Era Perang Dunia II Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

2. Karir Militer
Doolittle cuti kuliah di 1917 untuk masuk ke Korps Sinyal Cadangan AS sebagai kadet terbang. Dia mendapat pelatihan darat di Sekolah Aeronautika Militer di Universitas California.

Kemudian dia mendapat pendidikan terbang di Pangkalan Rockwell, California, dan menerima pangkat Letnan Satu Penerbang di korps cadangan pada 11 Maret 1918.

Sepanjang Perang Dunia I, Doolittle tinggal di AS sebagai instruktur terbang, dan mengajari penggunaan meriam pesawat.

Dia sempat mengajukan permintaan agar ditransfer ke medan perang Eropa. Namun, gencatan senjata membuyarkan impian Doolittle.

Dia sempat bekerja di Pangkalan Kelly di San Antonio, Texas, sebelum kembali ke Berkeley untuk menyelesaikan kuliahnya.

Dia 1922, dia menjadi pilot pertama AS yang terbang selama 24 jam menyusuri kawasan antar-pesisir. Dia menyeberangi Florida menuju California dan hanya berhenti satu kali.

Kemudian selama 10 tahun, dia berprofesi sebagai pilot tes baik untuk pesawat sipil maupun militer, dan membantu pilot terbang saat pandangan tak maksimal.

Di 1930, dia meninggalkan militer dan bekerja di perusahaan minyak Shell, di mana dia mendesak adanya bahan bakar khusus pesawat kualitas terbaik.

Baca juga: Ibu asal Inggris Jual Bom Sisa Perang Dunia II di Situs Lelang

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.